, ,

Gas dari JTB Mulai Mengalir Akhir Tahun Ini

Posted by

Bojonegoro, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) optimis Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB) mulai beroperasi akhir tahun ini. Pasokan gas dari lapangan yang dikelola PT Pertamina EP Cepu (PEPC) ini diharapkan bisa membantu kelistrikan Jawa-Bali.

“Gas JTB ini sangat penting untuk pasokan gas di Jawa Timur. Kita akan akselerasi supaya bisa cepat produksi dan bisa membantu kelistrikan Jawa – Bali. Mudah-mudahan paling tidak di tahun ini kita optimis akan mulai on stream,” ujar Wakil Kepala SKK Migas, Fatar Yani, usai melakukan kunjungan lapangan atau Management Walk Through (MWT) ke Proyek Pengembangan Gas Lapangan Unitisasi Jambaran-Tiung Biru (JTB), Kamis (4/3).

Kunjungan lapangan ini bertujuan untuk melihat secara langsung perkembangan proyek Strategis Nasional sektor energi yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo tahun 2020 lalu. Direncanakan, proyek gas JTB ini akan mulai beroperasi pada kuartal ke IV tahun ini atau diperkirakan pada bulan November ini.

Dalam kesempatan itu, Fatar Yani juga memberi apresiasi kepada PEPC atas capaian yang dilakukan hingga saat ini. Dia merasa optimis bahwa proyek yang menjadi kebanggaan nasional ini dapat mulai berproduksi pada tahun ini.

Direktur Utama PEPC, Awang Lazuardi, juga memberikan apresiasi kepada para Perwira PEPC yang telah memberikan dedikasinya pada pengerjaan proyek ini di dalam situasi yang penuh pandemi. Awang menjelaskan akan pentingnya selalu menjaga protokol kesehatan meski sedang dalam kondisi bekerja di lapangan.

“Kita lihat progresnya cukup bagus. Mudah-mudahan dengan kondisi ini kita bisa tetap melakukan progressing yang bagus dan Insyaallah kita bisa mewujudkan gas onstream pada November 2021. Kita bersama-sama para kontraktor dan SKK Migas berusaha untuk mengurai mencari solusinya, semoga bisa onstream pada tahun 2021,” tegasnya.

Selain melakukan pengecekan terhadap seluruh aspek infrastruktur maupun fasilitas produksi, rombongan juga berinteraksi langsung dengan para pekerja yang tengah berada di site dengan melakukan tanya jawab baik berkait aspek pekerjaannya maupun terkait pemahaman pekerja tersebut pada aspek HSSE.

Ketika ditanya soal apa saja yang perlu diperhatikan agar pekerjaan dapat berjalan lancar dan aman, para pekerja yang spontanitas ditanya memberikan jawaban yang lancar dan baik. Mereka umumnya memahami dengan baik tentang performa HSSE yang harus diperhatikan,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *