Sejak Maret 2015, PLTGU Belawan menggunakan Bahan Bakar gas yang berasal dari gas LNG ex Lapangan Tangguh Papua yang kemudian di proses regasifikasi di Terminal LNG Arun lalu disalurkan melalui pipa gas sepanjang lebih dari 300 km ke Belawan.

Jakarta, Petrominer – Momen tingginya harga batubara diharapkan bisa mendorong perusahaan pembangkit listrik untuk beralih ke gas bumi. Ini sejalan dengan program pemerintah yang mendorong penggunaan sumber energi lebih bersih.

Seperti diketahui, harga batubara terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan produk tambang ini terjadi seiring tingginya permintaan dari negara-negara Asia seperti China, India, dan Vietnam.

Peluang ini pun dimanfaatkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) untuk menambah pasokannya. BUMN ini telah menyatakan kesanggupannya untuk memenuhi kebutuhan gas bagi sektor kelistrikan. Terutama pembangkit yang ingin beralih dari batubara ke gas.

“PGN siap memenuhi peningkatan kebutuhan pasokan gas untuk pembangkit listrik di tengah meningkatnya harga batubara,” ujar Sektretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, Senin (12/3).

Menurut Rachmat, kenaikan harga batubara ini membuka peluang perusahaan pembangkitan listrik untuk beralih menggunakan bahan bakar gas bumi.

Saat ini, jelasnya, PGN terus meningkatkan kerjasama dengan PT PLN (Persero) dalam hal pasokan gas untuk pembangkit listrik yang dioperasikan anak usaha PLN seperti PT Indonesia Power (IP) dan PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB). Seperti diketahui, PGN sudah memasok gas untuk kebutuhan bahan bakar pembangkitan listrik di beberapa pembangkit seperti Unit Pembangkitan dan Jasa Pembangkitan (UPJP) Tanjung Priok milik Indonesia Power dan Unit Pembangkitan Muara Karang milik PJB.

“Seperti kita tahu, harga batubara di pasar terus meningkat tajam dalam beberapa waktu terakhir. Tentunya gas bumi sebagai pilihan bahan bakar pembangkit listrik akan menjadi solusi yang menarik. Karenanya kami terus mendorong PLN dan anak usahanya untuk beralih menggunakan bahan bakar gas bumi yang lebih murah dan lebih bersih untuk lingkungan,” jelas Rachmat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here