, ,

Fabrikasi Anjungan YYA Hampir Rampung

Posted by

Handil, Petrominer – Pengembangan lapangan YY oleh Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) kian memperlihatkan kemajuan nyata. Fabrikan anjungan (rig) YYA di Handil-1 Yard, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur telah mencapai 90 persen.

Load out Anjungan YYA rencananya akan dilakukan di minggu kedua bulan Maret 2019 nanti,” Direktur Utama PHE, Meidawati, di sela-sela kunjungan kerjanya ke Handil Yard, Minggu (25/2).

Didampingi beberapa direksi dan managemen PHE ONWJ, Meidawati melihat langsung kemajuan proses fabrikasi anjungan untuk mendukung pengembangan lapagangan minyak dan gas bumi di utara pantai Jawa Barat tersebut.

Sejak dimulainya tahap pabrikasi bulan Agustus 2018 lalu, milestone pengembangan Lapangan YY diharapkan bisa memenuhi proyek OTOBOSOR (on time, on budget, on scope dan on return). Tentunya, perkembangan tersebut dengan tetap mengedepankan aspek HSSE.

Lihat juga: PHE ONWJ Mulai Kembangkan Lapangan Baru

Sebelum pemasangan anjungan, bulan Januari hingga Pebruari 2019, telah terlebih dahulu dilakukan pemasangan pipa penyalur bawah laut sepanjang 13,5 km dari lokasi rencana Anjungan YYA ke Anjungan KLB. Pipa bawah laut tersebut akan digunakan untuk menyalurkan minyak dan gas bumi ke Anjungan KLB. Dari sini, minyak akan dialirkan ke central plant untuk diprocess dan dialirkan ke FSO Arco Arjuna, sedangkan gas akan dialirkan ke Anjungan Mike-Mike dan kemudian ke Muara Karang untuk didistribusikan ke konsumen.

Lapangan YY berlokasi di Perairan Utara Jawa, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Dimana Anjungan YYA ini direncanakan terdiri dari tiga sumur yang akan dibor tahun 2019 ini.

Proyek senilai US$ 85,4 juta ini direncanakan dapat berproduksi akhir September 2019. Lapangan migas ini diharapkan dapat memberi tambahan produksi minyak sebesar 4 MBOPD dan gas bumi mencapai 25 MMSCFD.

Dalam kesempatan itu, Direktur Pengembangan PHE, Afif Saifudin, menyampaikan harapannya agar proses pengembangan Lapangan YY akan diselesaikan tepat waktu. Dengan begitu, setelah sailout dari Handil pada bulan Maret 2019 menuju ke titik pengeboran di Pantai Utara Jawa, proses pemasangan anjungan bisa dilakukan pada April-Mei 2019.

“Aktivitas proyek ini dengan lingkup pekerjaan lepas pantai sepenuhnya dilakukan oleh tenaga kerja nasional,” jelas Afif.

Produksi dari Lapangan YY akan digunakan seluruhnya untuk kepentingan dalam negeri (kebutuhan domestik) sehingga menjadi pendorong roda perekonomian industri-industri di sekitar wilayah kerja PHE ONWJ. Dengan melihat potensi cadangan minyak dan gas yang cukup besar mencapai 4 MMBO dan gas 21,2 BSCF, PHEONWJ akan berupaya semaksimal mungkin.

Pengembangan Lapangan YY ini membuktikan implementasi gross split di PHE ONWJ tidak menyurutkan semangat untuk terus meningkatkan produksi migas nasional. Sebelumnya di tahun 2018 telah berhasil melaksanakan pemasangan anjungan SPA sebagai pengembangan Lapangan SP dan PHE ONWJ menerima beberapa penghagaan antara lain dari SKK Migas, yaitu Exceptional Endevour in Implementing PSC gross split and Initiatives in Financial Compliance. Sebagai perusahaan pertama yang mengimplementasikan PSC gross split, PHE ONWJ menunjukkan sikap proaktif dan kooperatif yang layak menjadi pioneer dalam implementasi PSC gross split.

Melalui PSC gross split, PHE ONWJ diberi keleluasaan dalam penggunaan anggaran dalam mengoperasikan Blok ONWJ, meskipun demikian, PHE ONWJ berhasil membuktikan ketaatan dalam setiap pelaporan keuangannya.

ONWJ merupakan Blok pertama yang menerapkan skema gross split. Penerapan gross split di ONWJ, mengharuskan kami untuk beroperasi secara efisien agar keuntungan untuk negara dan perusahaan bisa maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *