, ,

ExxonMobil Mulai Produksi Liza Fase 2 di Guyana

Posted by

IRVING, Texas, Petrominer – ExxonMobil telah memulai produksi di pengembangan minyak lepas pantai Liza Fase 2 di blok Stabroek, Guyana. Ini menjadikan total kapasitas produksi lebih dari 340.000 barel per hari hanya dalam tujuh tahun sejak penemuan pertama di negara Amerika Selatan tersebut.

Produksi dari FPSO Liza Unity diperkirakan mencapai target 220.000 barel minyak akhir tahun ini, karena operasi terus berlangsung dengan aman. Ini menambah lebih dari 120.000 barel per hari kapasitas di FPSO Liza Destiny, yang mulai berproduksi pada Desember 2019 dan sekarang menghasilkan lebih dari kapasitas desainnya. Cadangan minyak di blok Stabroek saat ini diperkirakan lebih dari 10 miliar barel setara minyak.

“Kami bekerja sama erat dengan pemerintah dan masyarakat Guyana untuk mengembangkan sumber daya kelas dunia ini secara bertanggung jawab, guna membantu memenuhi kebutuhan energi dunia dan memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan dengan kecepatan tinggi dan jauh di atas rata-rata industri,” ujar President ExxonMobil Upstream Oil and Gas Liam Mallon, Sabtu (12/2).

Hingga kini, jelas Mallon, ExxonMobil memiliki dua fasilitas produksi yang beroperasi di lepas pantai Guyana. Sumber daya saat ini berpotensi untuk mendukung hingga 10 proyek. ExxonMobil pun telah mengantisipasi dengan empat FPSO berkapasitas lebih dari 800.000 barel per hari yang akan beroperasi di blok Stabroek pada akhir tahun 2025.

Payara, proyek ketiga di blok Stabroek, diharapkan bisa menghasilkan sekitar 220.000 barel minyak per hari dengan menggunakan kapal FPSO Prosperity yang sedang dibangun. Sementara rencana pengembangan lapangan dan permohonan izin lingkungan untuk proyek Yellowtail, proyek keempat di blok tersebut, telah diajukan untuk mendapatkan persetujuan pemerintah.

Pengembangan tepat waktu dari proyek-proyek tambahan ini dan keberhasilan eksplorasi yang berkelanjutan akan mendukung kemampuan dan pertumbuhan ekonomi Guyana. Lebih dari 3.500 orang Guyana terlibat dalam kegiatan ExxonMobil tersebut. ExxonMobil dan kontraktornya telah mengeluarkan sekitar US$ 219 juta dengan lebih dari 880 pemasok lokal pada tahun 2021, naik 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Liza Unity tiba di Guyana pada Oktober 2021. Kapal itu ditambatkan di kedalaman air sekitar 1.650 meter dan mampu menyimpan sekitar 2 juta barel minyak mentah. Liza Unity adalah FPSO pertama di dunia yang dianugerahi notasi SUSTAIN-1 oleh American Bureau of Shipping sebagai pengakuan atas keberlanjutan desain, dokumentasi, dan prosedur operasionalnya.

Afiliasi ExxonMobil, Esso Exploration and Production Guyana Limited, adalah operator dan memegang 45 persen saham. Mitranya adalah Hess Guyana Exploration Ltd. dengan 30 persen saham dan CNOOC Petroleum Guyana Limited (25 persen).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *