@Fachry Latief
Dari kiri ke kanan - Handry Satriago, CEO GE Indonesia; BJ Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3; Jeffrey R. Immelt, Chairman & CEO GE; Wouter Van Wersch, CEO GE, ASEAN, dalam acara Digital Industrial Forum tersebut, Kamis (13/4). (Petrominer/Fachry Latief)

Jakarta, Petrominer — GE telah meluncurkan makalah “Peluang Digital Industrial di Indonesia”. Ini memaparkan berbagai manfaat dari analisis big data dan Industrial Internet dalam penyediaan listrik maupun peningkatan kinerja aset di berbagai sektor infrastruktur

Dalam acara Digital Industrial Forum tersebut, yang digelar Kamis (13/4), GE juga menumumkan beberapa kolaborasi strategis untuk mengembangkan ekosistem industrial IoT di Indonesia. Ini sejalan dengan perkembangan Indonesia yang telah menjadi negara berpengaruh di Asia Tenggara dan telah siap melompat ke era baru teknologi industrial digital.

Menurut CEO GE Indonesia, Handry Satriago, forum ini merupakan bagian dari transformasi industrial digital GE yang memadukan keahlian utamanya di sektor mesin-mesin berteknologi canggih dengan kemampuan analisis big data. Ini memungkinkan GE dan pelanggan untuk terhubung, mengetahui kondisi aset-aset mereka secara real time, sekaligus mengoptimalkan kinerja serta efisiensi aset-aset tersebut.

“Industrial Internet mulai mengubah industri di seluruh dunia, dari sektor pembangkit dan distribusi listrik, kesehatan, transportasi hingga manufaktur. Industrial Internet memadukan analisis big data dan cloud dengan mesin-mesin industri, sehingga menghasilkan efisiensi yang lebih baik serta peningkatan kinerja operasional,” papar Handry.

Dia menambahkan, Indonesia punya kesempatan yang luar biasa besar untuk mempercepat adopsi teknologi-teknologi baru tersebut sembari mewujudkan investasinya di berbagai sektor infrastruktur penting, mulai dari sektor pembangkit dan distribusi listrik, transportasi, kesehatan, dan pertanian.

Sebagai langkah awal untuk membawa Industrial Internet ke Indonesia, GE menandatangani beberapa Nota Kesepahaman dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi Indonesia terkait pengembangan ekosistem Industrial Internet of Things (IIOT) di Indonesia; dengan perusahaan start-up Indonesia, Dattabot, untuk mencari peluang-peluang baru kemitraan dan pemasaran solusi-solusi GE Digital; serta dengan Infrastruktur Cerdas Indonesia untuk memanfaatkan Predix sebagai platform bagi smart grid. Seluruh penandatanganan disaksikan oleh Jeffrey R. Immelt, Chairman & CEO GE.

Forum ini menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka seperti Prof. B.J. Habibie, Presiden Republik Indonesia ke-3, Samuel A. Pangerapan, Direktur Jenderal Departemen Komunikasi dan Informasi, Jeffrey R. Immelt, serta pakar-pakar teknologi dari GE Global Research Centers dan GE Digital, memikat lebih dari 600 peserta, yang terdiri dari eksekutif bisnis senior, pengembang teknologi digital, akademisi dan pejabat pemerintah.

Makalah “Peluang Digital Industrial di Indonesia”, yang ditulis oleh GE Chief Economist, Marco Annunziata, menguraikan secara rinci bagaimana Industrial Internet dapat membantu berbagai perusahaan industri di Indonesia menjadikan mesin-mesin operasionalnya dapat terhubung, dikaji dan kemudian dioptimalkan.

Prinsipnya sederhana: aset-aset industrial seperti turbin pembangkit listrik, mesin jet dan alat-alat kesehatan, dilengkapi dengan sensor elektronik yang mengumpulkan sejumlah besar data ketika dipergunakan maupun dari data-data lingkungan eksternal.

“Data tersebut kemudian diolah dengan perangkat lunak analisis khusus, yang memberikan informasi terbaru mengenai kinerja mesin. Kajian ini memungkinkan kami tidak hanya dapat mengoperasikan mesin dengan lebih efisien, tetapi juga dapat memprediksi secara akurat ketika terjadi sesuatu pada mesin yang mungkin bermasalah, dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi,” paparnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here