Siklus hidup Maggot atau Black Soldier Fly (BSF).

Jakarta, Petrominer – PT Elnusa Petrofin, anak usaha PT Elnusa Tbk, menggulirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) budidaya Maggot Black Soldier Fly (BSF). Program ini sekaligus dalam rangka mendukung upaya penanganan dan pengelolaan sampah organik di wilayah Siantan Hulu, Pontianak, Kalimantan Barat.

Head of Corporate Communication & BoD Support Elnusa Petrofin, Putiarsa Bagus Wibowo, menjelaskan bahwa kegiatan CSR ini merupakan implementasi dari pilar Petrofin Pintar yang memiliki fokus pada pendidikan melalui pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kreatif masyarakat. Kegiatan ini digelar, Senin (19/9), di Siantan Hulu yang merupakan wilayah ring 1 kantor operasional Elnusa Petrofin unit Integrated Terminal Pontianak.

“Pelaksanaan program CSR budidaya Maggot BSF atau lalat hitam merupakan salah upaya dalam menjawab kebutuhan warga, dimana setiap bulannya warga Siantan Hulu menghasilkan sampah organik dan belum adanya penanganan khusus mengenai hal tersebut,” ujar Putiarsa, Selasa (20/9).

Budidaya Maggot merupakan upaya alternatif untuk menjawab isu penanganan sampah secara cepat dan sebagai pendorong peningkatan ekonomi warga melalui hasil pengelolaan Maggot yang dapat dijual. Maggot adalah salah satu serangga yang dalam perkembangannya membutuhkan sampah untuk berkembang. Serangga ini mampu mengurangi sampah organik sebanyak 800 kg per bulan di Siahan Hulu.

“Pemilihan program CSR Budidaya Maggot BSF ini merupakan upaya Elnusa Petrofin dalam mendukung kebersihan di wilayah sekitar operasional dan juga dapat menjadi salah satu upaya peningkatan ekonomi masyarakat Siantan Hulu. Selain itu, CSR budidaya Maggot ini sebagai bentuk dukungan Elnusa Petrofin kepada PT Pertamina Patra Niaga yang sebelumnya telah memulai kegiatan CSR terintegrasi melalui program Katana Pangeran (Kampung Tanggap Bencana, Penggerak Kesadaran Lingkungan) 27 di wilayah tersebut,” ungkap Putiarsa.

Program CSR budidaya Maggot ini diperuntukkan untuk 40 kelompok warga yang telah terbentuk. Dengan memberikan bantuan berupa bibit, rumah produksi, hingga pendampingan sampai warga Siantan Hulu mampu menjalankan budidaya tersebut secara mandiri.

Dari sisi ekonomi, budidaya Maggot diproyeksi mampu menghasilkan profit untuk kelompok masyarakat hingga Rp 5 juta per bulan. Untuk pangsa pasarnya sendiri telah tersedia, dengan hasil budidaya Maggot akan dijual langsung ke pengepul. Maggot ini memiliki kandungan protein tinggi sehingga dapat dijadikan sebagai pakan ayam, ikan maupun bahan komsumsi hewani lainnya.

Dengan adanya kegiatan CSR budidaya Maggot ini, Elnusa Petrofin berharap dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya baik dari segi lingkungan maupun ekonomi. Dengan menghadirkan kelompok binaan perusahaan yang strategis, program ini menjadi bagian dalam pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here