Jakarta, Petrominer – PT Elnusa Tbk (Elnusa) tengah menyiapkan berbagai strategi jitu untuk hasilkan pertumbuhan kinerja tahun 2019 yang lebih baik. Ini untuk melanjutkan capaian positif yang diraih sepanjang tahun buku 2018.
“Pengalaman tiga tahun terakhir telah membuktikan bahwa strategi diversifikasi portofolio sangat menopang pertumbuhan kinerja Elnusa. Pada tahun 2019, strategi ini akan lebih kami perkuat, dengan berbagai peluang baru yang prospektif,” ujar Direktur Utama Elnusa, Elizar P Hasibuan, Selasa (30/4).
Selain memperkuat lini bisnis yang ada saat ini, menurut Elizar, Elnusa juga mulai menjajaki berbagai peluang baru dari berbagai segmen bisnis ke depannya.
Pada jasa hulu migas, beberapa peluang yang dijajaki antara lain pengembangan pasar baru di luar negeri, peluang signature bonus eksplorasi & multiclient seismic, serta bisnis operation & maintenance refinery. Sementara pada jasa distribusi dan logistik energi, Elnusa telah memulai bisnis infrastruktur dengan revitalisasi maupun pembangunan terminal BBM, serta menggenjot bisnis chemical untuk enhanced oil recovery. Selain itu, anak usaha PT Pertamina (Persero) ini juga mulai mengembangkan bisnis pendukung, dengan memanfaatkan internet of things.
“Kami meyakini bahwa tren bisnis distribusi dan logistik energi akan semakin menggeliat dan jasa hulu migas semakin membaik ke depannya. Peningkatan jasa berbasis non-aset dan aktivitas survei seismik laut mulai lebih bergairah dibandingkan tahun sebelumnya. Pengembangan pasar baru luar negeri untuk aktivitas eksplorasi pun mulai tumbuh,” paparnya.
Elnusa telah mulai meraih beberapa peluang baru di awal tahun ini, antara lain eksplorasi migas di Perairan Vietnam, aktivitas survei seismik laut dengan nodal di beberapa blok migas, pelaksanaan beberapa proyek turnaround refinary dan kerja sama bisnis digital dengan pihak lain.
Hingga akhir Kuartal I 2019, Elnusa telah berhasil mencatatkan pendapatan usaha Rp 1,9 triliun, atau naik 31 persen dibandingkan capaian periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,5 triliun. Kinerja ini tentunya ikut menopang kenaikan laba bersih, yakni sebesar 7 persen, dari Rp 71 miliar menjadi Rp 76 miliar.
Sementara untuk dividen, telah ditetapkan 25 persen dari laba bersih pada pertengahan April 2019 lalu.
“Realisasi beberapa peluang baru dan pertumbuhan kinerja keuangan awal tahun ini menambah optimisme tersendiri. Kami yakin bahwa pada tahun 2019, kinerja Elnusa akan semakin tumbuh,” tegas Elizar.









Tinggalkan Balasan