Jakarta, Petrominer – PT Suprabari Mapanindo Mineral (SMM) melakukan penjualan dan pengapalan perdana produk coking coal, Selasa (5/12). Sejumlah 50.000 ton coking coal dikapalkan dengan tujuan ke India.
“Pengapalan ekspor perdana ini akan diikuti dengan penjualan domestik maupun ekspor ke pasar Asia (Jepang, India, Korea, China), untuk keperluan steel mills atau pabrik baja,” ujar Head of Corporate Communication Division United Tractors, Sara K. Loebis, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Sabtu (9/12).
Menurut Sara, pengapalan perdana tersebut ditandai dengan kegiatan pemuatan produk coking coal ke tongkang yang bertempat di Intermediate Stock Pile (ISP) Teluk Timbau, Buntok, Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Pengapalan perdana ini menandai bangkitnya kembali kegiatan operasional (produksi dan penjualan) SMM setelah diakuisisi oleh PT Tuah Turangga Agung (bagian dari grup Pamapersada Nusantara/PAMA dan anak perusahaan PT United Tractors Tbk) bulan Maret 2017 lalu.

Fokus perusahaan ke depan adalah memastikan kesinambungan kualitas terbaik dari produk coking coal yang dihasilkan, serta mengoptimalkan rantai pasokan coking coal dari lokasi tambang sampai lokasi ISP. Pengangkutan dan pengelolaan stok coking coal di port dan ISP menjadi hal yang sangat krusial, mengingat lokasi tambang yang berada di Kabupaten Barito Utara memiliki tantangan tersendiri dalam jalur distribusi melalui sungai yang hanya bisa dilayari selama 8 bulan (sisa 4 bulan musim kering).
Lokasi tambang SMM bertempat di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah dengan tipikal Semi Hard Coking Coal (SHCC). Luasan tambang adalah sebesar 23.940 hektar dengan cadangan sebanyak 44,1 juta ton. Untuk tahun 2018, PT SMM telah mentargetkan penjualan sebanyak 1,3 juta ton.









Tinggalkan Balasan