Area tambang Martabe. (Petrominer/Pris)

Batangtoru, Petrominer – PT Agincourt Resources secara agresif terus melakukan eksplorasi untuk menemukan cadangan baru guna memperpanjang umur operasional tambang emas Martabe di Batangtoru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Sejumlah besar dana pun telah disiapkan untuk mendukung kegiatan tersebut sepanjang tahun 2019 ini.

Menurut Chief Geologist Agincourt Resources, Steve McCarthy, pihaknya terus melakukan kegiatan eksplorasi lanjutan di wilayah konsesinya. Melalui eksplorasi yang agresif tersebut, diharapkan bisa ditemukan cadangan baru yang sekaligus akan memperpanjang umur operasional tambang.

“Kami menggunakan teknologi terkini dalam kegiatan eksplorasi agar dapat memperkirakan sumber daya dan cadangan secara lebih akurat,” jelas Steve, Rabu (21/8).

Chief Geologist Agincourt Resources, Steve McCarthy. (Petrominer/Pris)

Saat ini, paparnya, Agincourt mengoperasikan sekitar 13 rig pengeboran di berbagai titik di wilayah tambang tersebut. Sampai akhir tahun 2019, pengelola Tambang Martabe itu telah merencanakan pengeboran total 82.000 meter.

Eksplorasi lanjutan juga dilakukan di lokasi yang berbeda untuk menemukan cadangan emas baru. Ini untuk mengoptimalkan produksi dari area tambang yang per akhir Desember 2018 memiliki sumberdaya mineral mencapai 8,1 juta oz emas dan 69 juta oz perak.

Sementara cadangan emas di tambang Martabe sekitar 4,5 juta oz. Cadangan tersebut tersebar di tiga pit yang sudah dioperasikan yaitu Purnama Pit, Ramba Joring Pit dan Barani Pit. Tiga lainnya yaitu Uluala Hulu, Tor Uluala dan Horas belum beroperasi.

Dari cadangan yang ada tersebut, Steve memperkirakan umur deposit tambang emas Martabe bisa mencapai 15-16 tahun. Karena itulah, diperlukan kegiatan eksplorasi lanjutan yang cukup agresif untuk memperpanjang umur deposit tambang Martabe.

Untuk menopang kegiatan operasional tersebut, Vice President Director & CEO Agincourt Resources, Tim Duffy, sebelumnya menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan dana sebesar US$ 25 juta.

“Agincourt Resources menyiapkan dana US$ 25 juta untuk kegiatan eksplorasi lanjutan guna menemukan cadangan emas baru. Dana eksplorasi ini dan penggunaannya sejauh ini sudah sesuai rencana,” jelas Tim Duffy.

Selain memperpanjang umur cadangan, dia menegaskan bahwa Agincourt juga berupaya untuk meningkatkan efisiensi pengoperasian tambang emas Martabe. Biaya produksi tambang diharapkan bisa ditekan hingga di bawah US$ 600 per oz. Sementara produksi emasnya ditargetkan meningkat hingga mencapai 400.000 oz tahun ini.

“Peningkatan target tersebut sejalan dengan pencapaian kinerja penjualan pada tahun 2018 yang mencapai 412.000 oz emas dan 3,3 juta oz perak. Ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan perusahaan. Apalagi saat ini harga emas dunia menunjukkan tren kenaikan,” ujar Tim Duffy.

Saham Agincourt Resources sebagian besar dikuasai oleh PT Danusa Tambang Nusantara (95 persen). Sedangkan sisanya 5 persen dipegang oleh BUMD milik pemda yaitu PT ANA. Dana Tambang Nusantara merupakan perusahaan grup Astra International melalui kepemilikan PT United Tractors dan PT Pamapersada Nusantara masing-masing 60 dan 40 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here