,

Dyandra Siap Gelar Event Hibrida di Era New Normal

Posted by

Jakarta, Petrominer – Dyandra Promosindo, selaku Professional Exhibition and Event Organizer, menyatakan telah menyiapkan diri untuk menyelenggarakan serangkaian event di tatanan kenormalan baru (new normal). Tentunya dengan mematuhi protokol kenormalan baru dari Pemerintah.

Presiden Direktur Dyandra, Hendra Noor Saleh, menyampaikan bahwa Dyandra telah siap menjadi bagian dari new normal. Kesiapan utama yang ditekankan adalah mewajibkan kepada peserta pameran maupun event, kontraktor, pengunjung dan tentunya penyelenggara, serta stakeholder lainnya untuk memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan dari seluruh pihak yang terlibat.

“Protokol kesehatan dasar seperti cek suhu tubuh maksimal 37,5 derajat celcius, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan masker atau dengan tambahan face shield serta jaga jarak (physichal distancing) dengan lawan bicara harus dipatuhi demi kelangsungan acara dan membuat #EventAmanJadiNyaman,” ujar Hendra dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Rabu (10/6).

Kesiapan dan konsep tersebut disampaikan menyusul Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta dan sejumlah wilayah yang tengah memasuki masa transisi. Tidak hanya itu, sejumlah bisnis yang terdampak pandemi Covid-19 pun secara bertahap mulai memulihkan kembali usahanya.

“Semua lini kehidupan saat ini, termasuk kami (Dyandra) harus beradaptasi dengan perubahan. Seluruh exhibition dan event yang akan diselenggarakan mulai saat ini akan mengedepankan kesehatan dan keselamatan stakeholder yang terlibat. Bisnis konsep hybrid, dimatangkan dan dijalankan dengan kebutuhan new normal,” ungkapnya.

Menurut Hendra, konsep hibrida pada event merupakan perpaduan antara pertemuan virtual dan fisik. Malahan, konsep ini sudah diterapkan dalam event Dyandra beberapa tahun terakhir.

“Era digitalisasi sudah menjadi satu nafas kesatuan dengan pameran Dyandra. Namun dampak pandemi Covid-19, pameran hibrida dengan kesatuan digital makin terakselerasi untuk memenuhi kebutuhan kenormalan baru,” ungkapnya.

Hendra memberi contoh konsep yang sudah diterapkan pada pameran sebelumnya adalah penggunaan sistem pembayaran non-tunai (cashleess payment system), tiket masuk menggunakan Near Field Communications (NFC) system, dokumen kepesertaan disajikan dan dikoordinasikan melalui sistem yang terintegrasi antara peserta dan penyelenggara, penggunaan mobile apps, e-directory atau e-catalogue, serta menanyangkan live streaming pameran dan konser yang sedang berlangsung.

“Tentu saja konsep digital ini makin dipertajam untuk kepentingan kenyamanan pengunjung dan menaikkan potensi transaksi digital,” tegas Hendra.

Semua pihak, termasuk Dyandra berharap agar situasi bisa berangsur-angsur pulih dan kegiatan bisnis dan pameran bisa pelan-pelan bangkit kembali. Kondisi nanti sudah tidak akan sama lagi dengan kondisi sebelum Covid-19, dengan kata lain mozaik industri MICE akan berubah total.

“Sebagai perusahaan yang telah membuktikan eksistensinya dalam industri MICE selama 26 tahun, saya yakin Dyandra akan menjawab tantangan pada era new normal ini dengan karya dan inovasi pada event-event mendatang,” tegas Hendra.

Hingga saat ini Dyandra Promosindo secara resmi telah mengumumkan penundaan sejumlah event berskala nasional maupun internasional. Salah satunya adalah IPA Convention & Exhibition yang rencananya digelar di Jakarta Convention Center.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *