, ,

Dukung Dekarbonisasi, Signify Dorong Infrastruktur Pencahayaan Hemat Energi

Posted by

Jakarta, Indonesia – Pencahayaan bukan hanya soal terang atau gelap. Namun bagaimana pencahayaan itu dirancang sesuai kebutuhan, dan tentunya menggunakan energi seefisien mungkin.

Menurut Director Commercial Leader Professional Business Signify Indonesia, Lucas Ardhana, pencahayaan memiliki peran jauh lebih besar dari sekedar penerangan. Teknologi pencahayaan pintar dan berkelanjutan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, menunjang mobilitas dan aktivitas ekonomi, memperkuat estetika kota, hingga meningkatkan efisiensi operasional dan energi serta membantu mengurangi emisi karbon.

“Inilah yang kami sebut sebagai Light Beyond Illumination, yaitu bagaimana pencahayaan dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan menciptakan dampak positif bagi masyarakat, bisnis, dan lingkungan,” ujar Lucas dalam acara Signify Innovation Day – Light the Future, yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (2/9).

Dalam rangkaian acara ini, Signify juga menghadirkan sesi demo teknologi pencahayaan dengan menampilkan beragam inovasi dan solusi pencahayaan dari Signify untuk berbagai aplikasi profesional. Mulai dari perkantoran, industri, data center, hotel, fasad, lanskap, stadion, hingga penerangan jalan. Berbagai teknologi yang diperkenalkan dirancang untuk mengoptimalkan penggunaan energi, meningkatkan efisiensi operasional, mendukung target keberlanjutan, serta menciptakan kenyamanan dan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Dalam kesempatan itu, Lucas juga menegaskan bahwa teknologi LED, connected lighting, dan smart lighting merupakan bagian penting dari transformasi Environmental, Social, and Governance (ESG). Selain meningkatkan efisiensi konsumsi energi, teknologi pencahayaan terkoneksi dapat menghasilkan data yang mendukung pengelolaan bangunan, kawasan, hingga kota secara lebih cerdas.

“Smart & liveable city menjadi pendekatan penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang efisien, inklusif, dan berkelanjutan melalui infrastruktur yang andal, peningkatan layanan publik, dan pemanfaatan teknologi. Disisi lain, penerapan prinsip sirkularitas menjadi semakin penting dalam pengembangan infrastruktur karena mendorong efisiensi penggunaan sumber daya, memperpanjang siklus hidup aset, mengurangi limbah, serta menciptakan nilai ekonomi dan lingkungan yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Program Retrofit

Penerapan teknologi pencahayaan juga memiliki peluang besar pada infrastruktur publik, khususnya penerangan jalan. Saat ini, implementasi smart lighting Signify telah berjalan di sejumlah kota di Indonesia, antara lain Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bogor.

Signify juga telah berkontribusi dalam sejumlah proyek infrastruktur di Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk pencahayaan jalan, bandar udara, serta sejumlah bangunan. Pembangunan IKN menjadi contoh bagaimana aspek pencahayaan perlu diperhitungkan secara lebih detail karena berada di kawasan yang memiliki ekosistem dan lingkungan alami yang harus dijaga.

“IKN dibangun di tengah hutan. Kalau pendekatannya hanya membuat semuanya terang, tentu bisa berdampak terhadap lingkungan dan habitat di sekitarnya. Karena itu dibutuhkan desain pencahayaan yang sangat spesifik agar tidak mengganggu habitat,” ungkap Lucas.

Signify memiliki teknologi pencahayaan yang dapat dikustomisasi berdasarkan kebutuhan lingkungan, termasuk untuk mengurangi potensi gangguan terhadap ekosistem dan hewan.

Lucas Ardhana.

Salah satu contoh implementasinya dilakukan melalui program retrofit pada sistem pencahayaan yang sudah digunakan selama bertahun-tahun.

Dia memberikan contoh pada rumah lampu berbahan metal yang masih memiliki kondisi baik. Bagian tersebut dapat dipertahankan, sementara komponen teknologi di dalamnya diperbarui dengan teknologi baru. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi limbah, tetapi juga mengurangi kebutuhan terhadap bahan baku baru.

Circularity adalah bagaimana kita menggunakan material lebih lama, menggunakan material baru lebih sedikit, dan menggunakan kembali bagian yang memang masih bisa digunakan. Jadi prinsipnya adalah use longer, use less, dan use again,” ujar Lucas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *