, , ,

Elnusa Garap Survei Seismik 3D Seluas 150 km2 di Musi Banyuasin

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Elnusa Tbk. terus memperkuat pasar non-captive melalui kapabilitas teknologi dan operational excellence. Perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina ini kembali memperoleh kepercayaan dari pelanggan di luar Pertamina Group untuk melaksanakan dua proyek Survei Seismik 3D dengan total area sekitar 150 km² di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, mengatakan pengembangan pasar di luar ekosistem Pertamina menjadi bagian dari strategi Elnusa untuk memperluas basis pelanggan, mengoptimalkan utilisasi aset dan kompetensi, serta membuka sumber pertumbuhan baru. Keberlanjutan kepercayaan pelanggan menunjukkan bahwa kapabilitas yang dibangun Elnusa mampu bersaing di pasar eksternal.

“Bagi kami, proyek non-captive merupakan validasi terhadap daya saing Elnusa. Kepercayaan untuk kembali mengerjakan proyek di area yang berdekatan menunjukkan bahwa teknologi, kompetensi personel, serta kualitas eksekusi yang kami bangun dapat memberikan value bagi pelanggan. Strategi kami adalah terus mengkonversi keunggulan tersebut menjadi peluang pasar dan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan,” ujar Rustam, Kamis (3/9).

“Secara kumulatif, rangkaian pekerjaan tersebut mencakup area sekitar 515 km². Ini sekaligus memperkuat rekam jejak Elnusa di pasar geoscience non-captive,” ungkap Rustam.

Optimalkan Teknologi

Dalam pelaksanaan proyek, Elnusa mengoptimalkan teknologi STRYDE Nimble Seismic System sebagai bagian dari penguatan teknologi seismik generasi terbaru yang dilakukan sejak awal 2026. Sebelumnya, Elnusa telah melakukan investasi strategis pada 25.000 STRYDE Range+ nodes yang didukung STRYDE Nimble System dan STRYDE Mini System. Kombinasi teknologi tersebut memberikan fleksibilitas lebih tinggi dalam desain dan pelaksanaan survei, mendukung pengerjaan proyek secara simultan, serta mengoptimalkan penggunaan sumber daya untuk akuisisi seismik 2D maupun 3D.

Teknologi nodal tersebut juga mendukung akuisisi data seismik berdensitas tinggi dengan kualitas yang lebih baik, mempercepat siklus survei, serta meningkatkan efisiensi operasi. Karakter perangkat yang ringkas dan fleksibel memberikan keunggulan dalam menghadapi kondisi lapangan yang kompleks dan akses yang terbatas. Bagi Elnusa, investasi teknologi tidak hanya diarahkan untuk memperkuat kapabilitas teknis, tetapi juga untuk meningkatkan produktivitas aset, daya saing layanan, dan kemampuan perusahaan menangkap peluang pasar yang lebih luas.

Elnusa memperkuat positioning sebagai technology-driven energy services company.

Melalui penguatan teknologi seismik dan perluasan pasar non-captive, Elnusa terus memperkuat positioning sebagai technology-driven energy services company. Strategi tersebut melengkapi kekuatan bisnis Elnusa di dalam ekosistem Pertamina sekaligus membangun basis pelanggan yang semakin beragam, sehingga mendukung daya saing dan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan.

Penguatan bisnis geoscience ini sejalan dengan arah strategis Elnusa untuk menjadikan teknologi dan inovasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan. Kapabilitas seismik Elnusa tidak hanya ditopang oleh teknologi terkini, tetapi juga pengalaman dalam mengelola berbagai proyek onshore maupun offshore dengan skala dan karakteristik yang beragam.

“Kombinasi technology, people dan execution capability tersebut menjadi competitive advantage dalam memperluas penetrasi pasar, baik di dalam maupun di luar ekosistem Pertamina,” ujar Rustam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *