, ,

DPR: Tak Ada Alasan Menunda Pengembangan Panasbumi

Posted by

Garut, Petrominer — DPR RI mendukung sepenuhnya pengembangan panasbumi di Indonesia. Apalagi, panasbumi tidak hanya berperan penting pada pencapaian Nawacita yang dicita-citakan Presiden Joko Widodo, namun juga mendukung komitmen Presiden pada COP 21 di Perancis tentang climate change beberapa waktu lalu.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, dalam kunjungan kerja di PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang, Jum’at (3/3). Kunjungan ini bertepatan dengan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) berskala kecil 3 MW di Kamojang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

“Saya sudah sampaikan kepada Presiden bahwa proyek 35 ribu MW seperti dalam Nawacita itu imposible apabila tidak menggunakan panasbumi. Jika kita menggunakan energi fosil, mungkin akan habis 50 tahun. Untuk itu, mengapa kita tidak memanfaatkan energi panasbumi,” kata Agus.

Menurutnya, tak ada alasan untuk menunda pengembangan panasbumi. Sebab, anggaran untuk panasbumi sendiri sebenarnya sudah ada, tak lama setelah Presiden Jokowi menandatangani COP 21.

“Bahkan kemarin, saya sampaikan kepada Kementerian ESDM bahwa anggaran dari Bank Dunia ada. Jadi, duitnya sudah ada,” lanjut Agus.

Salah satu wujud pengembangan panasbumi adalah melalui berbagai kajian dan riset. Termasuk di antaranya, kerjasama antara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan PGE melalui PLTP 3 MW tersebut.

“Kita memang harus membuat komitmen untuk keberpihakan kepada panasbumi. Tentunya dengan pertimbangan-pertimbangan komersial dan ekonomi. Di situlah juga peran pengkajian-pengkajian,” jelas Agus.

PLTP 3 MW di Kamojang itu diharapkan menjadi pilot plant untuk pengembangan panasbumi di tanah air. PLTP ini memiliki peran strategis, karena memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi, yakni mencapai 70 persen.

Menteri Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi Muhammad Nasir juga menyambut baik kerjasama tersebut. Menurut Nasir, kerjasama melalui PLTP 3 MW merupakan kolaborasi antara perekayasa dengan industri untuk pemenuhan energi dalam negeri.

Untuk itulah Nasir berharap agar kerjasama itu dapat terus ditingkatkan dan dikembangkan di seluruh daerah yang mempunyai potensi panasbumi tinggi.

Sejarah Panasbumi

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi PGE Ali Mundakir mengatakan bahwa PLTP 3 MW ini bisa menjadi sejarah dalam perkembangan panasbumi di Indonesia. PLTP serupa juga bisa dikembangkan di Sumatra, Sulawesi, dan Indonesia bagian timur.

Ali berharap riset yang dilakukan BPPT di Kamojang akan kembali membuat sejarah baru. Pengembangan panasbumi skala kecil mudah-mudahan bisa berjalan dengan baik, sehingga bisa dikembangkan di seluruh Indonesia.

“Dengan demikian, potensi panasbumi yang kita dengung-dengungkan sebagai yang terbesar di dunia bisa dioptimasikan untuk menerangi Nusantara, sebagaimana Nawacita yang dicita-citakan Bapak Jokowi,” papar Ali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *