Penyalaan listrik di salah satu desa Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.

Natuna, Kepulauan Riau, Petrominer – PLN terus berupaya menghadirkan listrik hingga ke seluruh negeri, termasuk ke wilayah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T). Hadirnya listrik ini diyakini dapat meningkatkan roda perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Sejak September 2020 lalu, masyarakat di Kecamatan Pulau Tiga Barat, Kabupaten Natuna, telah menikmati listrik PLN selama 24 jam dalam sehari. Sebelumnya, masyarakat di wilayah itu hanya bisa menikmati listrik selama 14 jam.

“Sekarang kami dapat menggunakan listrik di siang hari. Padahal, pekerjaan kita ini semuanya memerlukan listrik,” ujar Bahrum, salah seorang Warga Kecamatan Pulau Tiga Barat, Selasa (24/11).

Bahrum menyebutkan bahwa sebelum listrik nyala 24 jam, di siang hari dia menggunakan genset dengan banyak risiko, misalnya minyak solarnya yang mahal dan sering rusak. Namun kini, setelah bisa full menggunakan listrik dari PLN, resiko itu berkurang. Hasilnya, usaha perabot rumahan yang dijalaninya memperoleh kenaikan keuntungan semenjak dua bulan lalu.

“Alhamdulillah, nyala listrik yang menjadi 24 jam di empat desa kami berdampak pada meningkatnya perekonomian warga sebesar 2,5 persen,” jelas Camat Pulau Tiga Barat, Idris.

Menurutnya, peningkatan ekonomi tersebut didasari oleh produktivitas para warga yang kian meningkat semenjak dua bulan lalu.

“Dampaknya sangat positif bagi para warga yang bergerak pada usaha rumahan dan juga nelayan, karena listrik diperoleh tidak hanya pada malam hari, melainkan juga pada siang hari,” ungkap Idris.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIW RKR), Dispriansyah, mengungkapkan bahwa peningkatan jam nyala listrik ini menjadi bukti nyata dalam mewujudkan program “Natuna Terang Kepulauan Riau Terang”.

“Semoga dengan hadirnya listrik dapat meningkatkan roda perekonomian seperti UMKM, kerajinan, kios, pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dispriansyah.

Dalam lima tahun terakhir, menurutnya, Rasio Elektrifikasi (RE) di Provinsi Kepulauan Riau meningkat 24,75 persen. Dari sebelumnya 73,53 persen, tahun ini sudah mencapai 98,28 persen. Capaian tersebut berkisar pada total 531.600 pelanggan rumah tangga.

Dispriansyah mengakui topografi Kepulauan Riau didominasi oleh kepulauan dan permukiman warga yang tersebar. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan komitmen PLN untuk terus berjuang bagi segenap masyarakat agar energi listrik dapat dimanfaatkan secara merata.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here