Jakarta, Petrominer – Pemerintah berencana memberikan tarif royalti khusus kepada perusahaan yang melakukan gasifikasi batubara melalui program Coal to Dimethyl Ether (DME). Kebijakan ini akan dituangkan dalam bentuk Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebagai bagian dari komitmen pemerintah mempercepat pemanfaatan hilirisasi batubara.

“Sebagai upaya mendorong program hilirisasi khususnya pengembangan coal to DME, Kementerian ESDM akan menerbitkan regulasi berupa tarif royalti batubara secara khusus untuk gasifikasi batubara hingga 0 persen,” ungkap Menteri ESDM Arifin Tasrif dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Selasa (19/1).

Saat ini, menurut Arifin, peraturan tersebut tengah disusun di internal Kementerian ESDM. Kebiakan ini akan mengatur secara teknis kriteria dan tata cara pemberian insentif royalti batubara. Pemberian insentif ini dikhususkan untuk keperluan hilirisasi batubara dan tidak akan mengurangi penerimaan negara yang sudah diperoleh selama ini.

Selain pemberian insentif royalti, Pemerintah juga akan menetapkan harga khusus batubara untuk penggunaan gasifikasi. Ketentuan ini akan dimasukkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah Pelaksanaan Kegiatan Pengusahaan Pertambangan Minerba dengan skema usulan cost ditambah margin.

Komponen cost terdiri dari biaya produksi langsung dan tidak langsung, biaya umum dan administrasi. Sementara margin ditetapkan sebesar 15 persen dari cost. Rumusan formula ketetapan ini tengah juga disiapkan dalam bentuk Peraturan Menteri ESDM atau Keputusan Menteri ESDM.

“Jangka waktu masa Izin Usaha Pertambangan (IUP) untuk proyek gasifikasi batubara telah diakomodiri dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020,” jelas Arifin.

Hingga kini, Pemerintah telah menerima tiga usulan proyek hilirisasi batubara. Pertama, Coal to Methanol Project oleh PT KPC ( Bumi Resource Ithaca Group Air Product) yang diperkirakan operational tahun 2025, dengan lokasi di Bengalon Kalimantan Timur. Kedua, Coal to Methanol Project oleh PT Arutmin Indonesia dengan perkiraaan COD tahun 2025, berlokasi di IBT Terminal Pulau Laut Kalimantan Selatan. Dan ketiga, coal to DME Project oleh PT Bukit Asam bekerja sama dengan PT Pertamina dan Air Product di Tanjung Enim, Sumatera Selatan. Rencananya, proyek tersebut akan beroperasi tahun 2024 dengan target produksi DME sebesar 1,4 juta ton per tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here