Tanah Bumbu, Petrominer – PT PLN (Persero) melalui PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai menyalurkan tambahan 23.040 unit Renewable Energy Certificate (REC) atau setara 23 megawatt hour (MWh) listrik hijau kepada PT Borneo Indobara (BIB) pada 8 Pebruari 2026 lalu. Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen PLN bersama mitra dalam mendorong penggunaan energi ramah lingkungan di dunia industri pertambangan (green mining) nasional.
Dengan penambahan tersebut, penggunaan layanan REC oleh BIB kini menjadi yang terbesar di wilayah Kalimantan, yakni sebanyak 42.096 unit atau setara 42 MWh. Sebelumnya, perusahaan tambang batubara ini sudah menikmati REC sebanyak 19.056 unit sejak tahun 2023 lalu.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk kolaborasi PLN dengan para pelaku industri dalam mendukung transisi energi bersih di Tanah Air. PLN berkomitmen akan terus menyediakan layanan listrik hijau sebagai upaya untuk mendukung daya saing sektor industri Indonesia yang menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional.
“Kolaborasi dengan sektor industri menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem energi bersih yang berkelanjutan,” ujar Adi.
SementaraGeneral Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Iwan Soelistijono, meyakini kolaborasi tersebut dapat menjadi tolok ukur transformasi energi bersih bagi sektor pertambangan lainnya di Indonesia.
“Kami mengapresiasi dan berterima kasih atas kepercayaan PT BIB yang telah mengoptimalkan layanan REC sebagai salah satu komitmen dalam menjalankan praktek green mining. Semoga semangat ini bisa menginspirasi pelaku industri lain, sehingga manfaat transisi energi dapat semakin luas dirasakan,” ujar Iwan.
Green Mining Realization
Chief Operating Officer (COO) BIB, Raden Utoro, menyampaikan apresiasi atas komitmen PLN dalam mendukung pelaksanaan program Green Mining Realization, salah satunya melalui layanan REC.
Menurut Raden, kebutuhan daya listrik BIB yang diperkirakan mencapai 200 hingga 240 megavolt ampere (MVA) pada tahun 2028 memerlukan dukungan suplai listrik dari PLN yang bukan hanya andal dan cukup, namun juga ramah lingkungan. Hal ini sejalan dengan program Pemerintah Indonesia dalam menuju pertambangan nasional yang berkelanjutan.
“Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah dalam hal mengurangi emisi karbon secara aktif, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, mengurangi impor bahan bakar, dan tentunya mendukung ketahanan energi nasional,” ungkapnya.
Raden menegaskan komitmen Green Mining Realization yang ditunjukkan oleh BIB bukan hanya melalui penggunaan layanan REC PLN. Perusahaan tambang batubara ini juga terus melakukan pendekatan ramah lingkungan dalam berbagai sektor, termasuk elektrifikasi armada operasional.
“Program ini menjadi salah satu yang pertama di Indonesia untuk skala besar, dengan target elektrifikasi pada tahun 2026 sebesar 25 persen armada telah beralih ke listrik. Selanjutnya hingga tahun 2028 ditargetkan mencapai 75 persen, serta pada 2028-2029 menuju target nol emisi,” paparnya.








Tinggalkan Balasan