Tambang emas Toka Tindung di Minahasa, Sulawesi Utara.

Jakarta, Petrominer – PT Archi Indonesia Tbk melaporkan kenaikan pendapatan konsolidasi sebesar 9 persen menjadi US$ 142,4 juta atau sekitar Rp 2,06 triliun pada semester I 2021. Kenaikan ini didukung oleh kenaikan harga rata-rata penjualan emas menjadi US$ 1.802 per ons dibandingkan periode yang sama tahun 2020 sebesar US$ 1.656 per ons.

“Kinerja keuangan Archi pada semester pertama tahun 2021 diuntungkan dari harga emas yang lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Operasional kami dalam periode ini menyelesaikan pengembangan aktivitas penambangan dan pengupasan tanah (waste removal) tahap lanjut dari Pit Araren, yang berhasil melakukan transisi dari tahap 3 ke tahap 5,” ujar Direktur Utama Archi Indonesia, Kenneth Ronald Kennedy Crichton, dalam keterangan tertulis yang diterima PETROMINER, Jum’at (30/7).

Dari pendapatan tersebut, jelas Kenneth, Archi Indonesia mencatatkan EBITDA (earnings before interest, tax, depreciation and amortization) naik 5 persen menjadi US$ 75,5 juta. Begitu pula dengan laba bersih, yang 24 persen menjadi US$ 32,6 juta atau Rp 471,25 miliar dibandingkan semester I-2020.

Menurutnya, kenaikan laba bersih terutamanya didorong oleh harga rata- rata penjualan emas yang lebih tinggi 9 persen serta penurunan biaya penambangan sebesar 16 persen dari US$ 3,35 per ton menjadi US$ 2,83 per ton. Meski begitu, ada kenaikan jumlah total biaya penambangan akibat dari kenaikan sementara rasio pengupasan tanah (stripping ratio) akibat dari pembukaan Pit Araren tahap 5, yang memiliki kadar emas lebih tinggi.

Selama enam bulan pertama 2021, bijih yang diproses mencapai 1,75 juta ons, naik 3 persen dibandingkan dengan 1,70 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Rata-rata kadar bijih emas yang diproses lebih rendah dari 1,81 g/t menjadi 1,66 g/t. Hal ini menyebabkan produksi emas turun 6 persen menjadi 81,6 kilo ons dibandingkan 86,4 kilo ons pada semester I-2020.

“Meski begitu, kami berada dalam posisi untuk menghadapi semester kedua tahun ini dengan baik dimana sebagian besar bijih emas yang akan diproses untuk sisa tahun ini berasal dari Araren tahap 5,” papar Kenneth.

Sampai akhir tahun 2021, dia berharap dapat mencapai produksi emas sebesar 220 – 230 kilo ons. Ini mencerminkan pertumbuhan produksi emas sebesar 5 – 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk tahun 2022, keadaan diharapkan bisa jauh lebih baik seiring dengan ekspansi pabrik pengolahan yang telah mencapai efisiensi penuh dan akan berdampak secara langsung terhadap kenaikan produksi emas. Apalagi, tim eksplorasi telah membuat kemajuan yang luar biasa di Koridor Timur dan Koridor Barat. Ini sebagai antisipasi keberhasilan yang lebih jauh bedasarkan hasil awal menjanjikan yang telah diterima sebelumnya.

“Kami juga senang dengan tingginya kadar bijih emas yang ditemukan dari hasil pengeboran di lokasi cadangan emas Bima di Koridor Barat, yang nantinya akan memberikan tambahan potensi cadangan emas baru bagi Archi di masa mendatang,” tegas Kenneth.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here