Aktivitas pemboran sumur di Jambaran Central, Proyek Jambaran Tiung Biru, Bojonegoro, Jawa Timur.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) memastikan investasi di proyek-proyek strategis yang sedang dijalankan pada seluruh lini bisnisnya tetap berjalan sesuai rencana. Pasalnya, keberhasilan proyek-proyek ini diperlukan untuk masa depan ketahanan dan kemandirian energi nasional.

VP Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menjelaskan kendati diterpa triple shock di masa pandemi Covid-19 dan menghadapi banyak kendala di lapangan, Pertamina tetap berkomitmen untuk menjalankan proyek strategis. Apalagi, proyek-proyek ini sangat bermanfaat untuk menjaga dan meningkatkan produksi migas serta produk energi nasional pada beberapa tahun ke depan.

Salah satu proyek strategis di hulu migas adalah Proyek Jambaran-Tiung Biru yang dikelola PT Pertamina EP Cepu. Saat ini, kegiatan di proyek itu telah berhasil dilakukan perforasi secara rigless dengan Smart Coiled Tubing Unit di Jambaran East dan juga telah dilakukan pengeboran dua sumur di Jambaran Central.

“Proyek ini akan memproduksi gas dari lapangan unitisasi Jambaran-Tiung Biru dengan produksi rata-rata sales gas sebesar 192 MMSCFD dengan target onstream pada tahun 2021″, ungkap Fajriyah, Sabtu (31/10).

Selain itu, ada juga kegiatan di lepas pantai utara Jawa Barat yang dilakukan oleh PHE ONWJ. Setelah selesai pengeboran sumur KLD-1, proyek pengembangan KLD ONWJ saat ini masuk pada tahap pengeboran sumur KLD-3. Proyek ini ditargetkan dapat berkontribusi dalam penambahan cadangan migas dan mulai produksi pada Desember 2020.

Di sektor bisnis lainnya, Pertamina juga terus melanjutkan realisasi pada proyek pengembangan dan pembangunan kilang yang dikawal oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI). Salah satunya adalah proyek RDMP Balikpapan dan Lawe-lawe yang merupakan salah satu proyek terbesar Pertamina dengan nilai mencapai US$ 6,5 miliar. Proyek ini akan meningkatkan kapasitas kilang, memperbaiki kualitas produk dan menurunkan harga pokok produksi BBM, yang mendorong peningkatan devisa dan penerimaan pajak.

“Per 22 Oktober 2020, proyek RDMP Balikpapan telah mencapai 22,26 persen. Kegiatan di lokasi berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat. Selain itu, proyek ini juga turut mendorong program pemulihan ekonomi karena menyerap lebih dari 5.000 tenaga kerja,” jelas Fajriyah.

Sementara untuk memastikan tersedianya fasilitas penyimpanan dan distribusi yang handal di masa depan, Pertamina juga terus menjalankan proyek infrastruktur tangki timbun baik di Terminal BBM, Terminal LPG maupun di DPPU serta melakukan perawatan terhadap 280 kapal.

Selain berinvestasi, Pertamina juga memastikan pelaksanaan proyek pada tahun 2020 memenuhi ketentuan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Sampai Semester I tahun 2020, rata-rata TKDN Pertamina mencapai 54 persen. Konsistensi penguatan komponen dalam negeri yang dilakukan Pertamina dipercaya akan memperkuat industri nasional, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi ketergantungan terhadap produk-produk impor sehingga bisa menggerakkan roda perekonomian nasional.

“Sebagai BUMN migas, Pertamina tetap menjalankan bisnis dan proyek sesuai arahan Pemerintah dalam hal ini Kementerian BUMN dan Kementerian ESDM yakni mengupayakan masa depan energi sekaligus menggerakkan perekonomian nasional dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dalam negeri,” tegas Fajriyah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here