Volume gas tahun 2020 untuk implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 dan 91K/2020 yang dalam kewenangan SKK Migas.

Jakarta, Petrominer – Implementasi penyesuaian harga gas bumi terus mengalami perkembangan positif. Sebanyak 20 perjanjian lagi ditandatangani, Jum’at (26/6). Terdiri dari 13 Letter of Agreement (LoA) atau Side Letter of Agreement antara penjual dan pembeli serta 7 Side Letter atas kontrak bagi hasil (PSC) antara Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Penandatangan perjanjian terebut disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, secara virtual.

Dari 13 LoA yang ditandatangani, dua perjanjian sebagai implementasi Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM Nomor 89K/2020 tentang Tata Cara Penetapan Pengguna dan Harga Gas Bumi Tertentu di Bidang Industri dengan total volume sebesar 46,3 billion british thermal unit per day (BBTUD). Sedangkan 11 perjanjian lainnya sebagai implementasi Kepmen ESDM Nomor 91K/2020 tentang Harga Gas Bumi di Pembangkit Tenaga Listrik (Plant Gate) dengan volume sebesar 213,73 BBTUD.

Penandatanganan Letter of Agreement antara Penjual dan Pembeli Gas Bumi.

Menurut Dwi, hingga saat ini telah ditandatangani 25 dokumen perjanjian sebagai implementasi Kepmen ESDM 89K/2020 dengan total volume sebesar 522,3 BBTUD. Jumlah ini setara dengan 43,3 persen dari total volume gas tahun 2020 dalam Kepmen ESDM 89K/2020.

“Selain pasokan gas sebagai implementasi Kepmen 89K/2020 yang telah ditandatangani perjanjiannya, terdapat pasokan gas sebesar 300 BBTUD atau setara 24,9 persen yang tidak memerlukan penandatanganan perjanjian antara Penjual dan Pembeli karena telah sesuai dengan kondisi saat ini. Secara total pasokan gas sebesar 822,3 BBTUD atau setara 68,2 persen sebagai pelaksanaan Kepmen 89K/2020 telah diselesaikan,” ungkapnya.

Untuk implementasi Kepmen ESDM 91K/2020, telah ditandatangani 13 side letter antara Penjual dan Pembeli pada sektor kelistrikan dengan total volume gas sebesar 298,73 BBTUD atau setara 21,4 persen dari total volume gas tahun 2020 dalam Kepmen ESDM 91K/2020. Selain itu, terdapat pasokan gas sebesar 102 BBTUD yang tidak memerlukan penyesuaian Perjanjian dalam implementasi Kepmen ESDM 91K/2020.

“Secara total 28,7 persen volume gas untuk sektor kelistrikan tahun 2020 ini telah diselesaikan perjanjian yang dibutuhkan antara Penjual dan Pembeli untuk melaksanakan Kepmen ESDM 91K/2020,” jelas Dwi.

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa pembeli gas bumi di sektor industri maupun sektor kelistrikan, termasuk pelaku usaha industri hilir, diharapkan semakin mendapatkan kepastian pasokan gas sesuai volume yang ada di dalam kontrak. Pembeli juga seharusnya bisa segera meningkatkan serapan gas karena harga yang diberikan lebih rendah.

Untuk side letter atas PSC, telah ditandatangani 16 dokumen. Perjanjian baru ini diharapkan menjadi kekuatan hukum yang sama dengan PSC atau Amandemen PSC, sehingga memberikan jaminan atas investasi yang telah dilakukan oleh KKKS. Dalam kesepakatan tersebut diatur mekanisme penyesuaian perhitungan pengurangan bagian negara untuk menjaga penerimaan bagian KKKS.

“Kami berharap kontraktor KKS mau meningkatkan investasi di Indonesia, menjaga target produksi gas, dan dalam jangka panjang meningkatkan pasokan gas melalui investasi pengembangan yang baru,” tegas Dwi.

Penandatanganan Side Letter PSC antara SKK Migas dan KKKS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here