, ,

Distribusi BBM dan LPG Wilayah Bali Aman

Posted by

Jakarta, Petrominer – Pasca ditingkatkannya status aktivitas Gunung Agung menjadi “AWAS” sejak Senin (27/11) pukul 06.00 WITA lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tetap menjamin pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Wilayah Bali dalam kondisi normal dan aman.

“Kebutuhan BBM wilayah Bali dipasok dari Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manggis dan Sanggaran, sedangkan untuk kebutuhan LPG akan dipasok dari Depot LPG Manggis,” ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik, dan Kerja Sama, Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, Rabu (29/11).

Berdasar data dari PT Pertamina (Persero), kebutuhan rata-rata harian BBM Premium di wilayah Bali adalah sebesar 579 kiloliter (KL), Pertalite 1.163 KL, Pertamax 846 KL, Solar 516 KL dan DEX series 51 KL.

Untuk memenuhi kebutuhan rata-rata harian tersebut, stok BBM di TBBM Sangaran untuk Premium adalah sebesar 3.749 KL (ketahanan 9,3 hari), Solar 3.323 KL (ketahanan 8,1 hari), Pertamax 4.236 KL (ketahanan 6,9 hari), Pertalite 468 KL (ketahanan 3,1 hari) dan DEX sebesar 562 KL (ketahanan 30,4 hari).

Selanjutnya untuk TBBM Manggis, Premium memiliki stok 29.288 KL untuk ketahanan 35,1 hari, Solar 29.169 KL (ketahanan 51,1 hari), Pertamax 12.966 KL (ketahanan 16,8 hari), dan Pertalite 2.787 KL (ketahanan 2,9 hari).

Sementara untuk LPG di wilayah Bali, saat ini realisasi LPG 3 Kg sebanyak 620.000 kg/ hari atau 206.685 tabung/hari dan realisasi LPG Non Subsidi 80.000 kg/hari. Sementara untuk stok Avtur di Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Ngurah Rai adalah sebanyak 8.586 KL untuk ketahanan 3,3 hari.

Dalam keadaan darurat, Pertamina juga telah melakukan antisipasi untuk dapat melakukan distribusi BBM ke konsumen dan lembaga penyalur, melalui pengalihan supply point dari Tanjung Wangi langsung ke konsumen/lembaga penyalur melalui mobil tangki via ferry. Sedangkan untuk produk Marine Fuel Oil (MFO) & Diesel Oil (IDO) dialihkan ke Surabaya dan Tanjungwangi.

Mengingat Depot LPG Manggis di Kabupaten Karangasem yang hanya berjarak 19 km juga menjadi salah satu area terdampak erupsi Gunung Agung, untuk penyaluran LPG, Pertamina telah menyiapkan skenario jalur alternatif pengambilan isi Bulk dari SPBBE ke depot LPG Manggis Wilayah Bali melalui empat jalur alternatif, yaitu:
1. Alternatif 1: Manggis-Kintamani-Singaraja
2. Alternatif 2: Manggis-Bedugul-Bedugul-Singaraja
3. Alternatif 3: Manggis-Pupuan-Singaraja
4. Alternatif 4: Manggis-Negara (Gilimanuk)-Singaraja

Sedangkan untuk pengambilan isi bulk LPG untuk SPPBE Bali wilayah Kabupaten Jembrana, Kabupaten Buleleng dan Kabupaten Tabanan dialihkan ke terminal LPG Banyuwangi (Bosowa) melalui via darat menuju Pelabuhan Gilimanuk diangkut via kapal menuju pelabuhan Ketapang.

Untuk SPPBE Bali Wilayah Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Gianyar dan Kabupaten Klungkung melalui via darat menuju pelabuhan Benoa dan diangkut dengan kapal langsung ke pelabuhan Ketapang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *