Pertamina RU II Dumai

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) II Dumai terus berupaya melakukan efisiensi. Dengan mengalirnya pasokan listrik dari PLN, biaya operasional Kilang Dumai bisa dihemat hingga Rp 1,6 miliar per bulannya atau menurun 25 persen.

Tidak hanya itu, ada juga manfaat tambahannya. Kebutuhan fuel oil yang sebelumnya digunakan untuk menghasilkan listrik, kini diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti solar.

Efisien dan nilai tambah tersebut berkat sinergi yang dilakukan Pertamina RU II dengan PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR) terkait pemanfaatan listrik PLN di lingkungan Pertamina RU II. Launching kerjasama tersebut dipimpin langsung oleh General Manager Pertamina RU II, Nandang Kurnaedi, dan Senior Manager PLN WRKR, Busran La Bintang, di Kawasan Perumahan Pertamina Bukit Datuk, Kamis (21/2).

Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Pengolahan Pertamina Budi Santoso Syarif bersama dengan Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty Roekman pertengahan tahun 2018 lalu.

Kerjasama tahap pertama ini ditandai dengan penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) pada 6 Desember 2018. Pada tahap awal, PLN memberikan layanan listrik untuk kawasan Bukit Datuk dengan daya 5540 kVA menggunakan tegangan menengah 20 KV.

Selain menghasilkan penghematan biaya penyediaan listrik, menurut Nandang, kerjasama ini akan memberikan manfaat tambahan bagi kilang RU II yakni penuruan kebutuhan fuel oil yang sebelumnya digunakan untuk menghasilkan listrik, kini dapat diubah menjadi produk yang lebih bernilai seperti solar.

“Sebagai objek vital nasional yang memasok hingga 20 persen kebutuhan energi nasional, kerjasma pemanfaatan listrik PLN ini menjadikan RU II Pertamina dapat lebih fokus melaksanakan operasional dan pemeliharaan Kilang,” jelasnya.

Sementara dari sisi efisiensi tentunya perpindahan pasokan listrik dari Kilang RU II ke PLN memberikan efek signifikan secara penghematan biaya. Dengan penggunaan sumber listrik baru ini, penghematan biaya operasional bisa mencapai Rp 1,6 miliar per bulannya atau menurun hingga 25 persen.

“Ke depannya, pemanfaatan listrik PLN ini akan kami lakukan pula di area perkantoran sehingga kami mengaharapkan PLN bisa terus mengembangkan jaringan dan kualitas listriknya sehingga pasokan listrik benar-benar handal dan dapat menunjang efisiensi operasional kilang,” ujar Nandang.

Sementara itu, Busran menyatakan bahwa PLN akan memberi pelayanan prima kepada Pertamina untuk mendukung efektifitas operasional kilang dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Dengan paket kerjasama yang dilakukan ini, PLN telah menyiapkan strategi khusus dalam supply tenaga listrik yang dialokasikan dari dua gardu induk yakni gardu induk Pelintung dan Purnama.

“Intinya support full akan kami berikan kepada Pertamina sebagai wujud impelentasi sinergi BUMN. Ke depannya kami siap untuk melakukan kerjasama tahap selanjutnya dengan kehandalan jaringan listrik kami yang sudah mencakup seluruh area Riau dan Kepulauan Riau hingga seluruh Indonesia,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here