SPBU Pertamina

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) terus melakukan terobosan dan inovasi untuk mengoptimalkan layanan kepada masyarakat. Selain mempercepat penuntasan digitalisasi SPBU, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini juga mengembangkan Pertashop yang akan menjangkau desa-desa di seluruh Indonesia.

Direktur Pemasaran Retail Pertamina, Masúd Khamid menjelaskan, program digitalisasi SPBU merupakan upaya Pertamina untuk meningkatkan layanan kepada konsumen. Program ini untuk memantau ketersediaan, penjualan BBM dan transaksi di SPBU dengan data yang real time.

“Dengan sistem digital, seluruh proses penyediaan BBM di SPBU terpantau dengan baik dan data tersebut dapat diakses secara langsung oleh sejumlah pihak berwenang seperti Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan, dan BPH Migas. Dengan begitu, semua dapat saling mendukung untuk pengawasan penyaluran BBM, termasuk BBM bersubsidi seperti Biosolar (B30) dan Premium,” kata Mas’ud, Rabu (25/3).

Saat ini, menurutnya, proses digitalisasi SPBU di seluruh Indonesia terus berjalan dan ditargetkan tuntas pada pertengahan tahun 2020 atau sekitar bulan Juli 2020. Pada empat tahapan kerja, terdapat kemajuan signifikan.

Dari total 5.518 SPBU, seluruhnya telah tuntas disurvei. Selanjutnya yang memasuki tahapan Civil Work sebanyak 98 persen. Sementara untuk pemasangan instalasi Automatic Tank Gauge (ATG) sebanyak 77 persen dan IT mencapai 72 persen.

Pertashop

Selain mengenjot penyelesaikan digitalisasi SPBU, Pertamina juga terus memperluas jangkauan penjualan dengan membangun mini outlet atau Pertashop, yang akan menghadirkan berbagai produk dengan harga dan kualitas dijamin sama di SPBU. Program ini merupakan pengembangan dari Program Pertamina One Village One Outlet (OVOO).

Dia menjelaskan, dari 7.196 kecamatan di Indonesia, Pertamina menargetkan pembangunan Pertashop di 3.827 kecamatan yang belum memiliki lembaga penyalur BBM dan LPG.

“Untuk mempercepat realisasi pembangunan Pertashop, Pertamina telah menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Dalam Negeri dan membuka peluang kerjasama kemitraan bisnis kepada Pemerintahan Desa, Koperasi serta pelaku usaha atau UKM di seluruh Indonesia,” ujar Mas’ud.

Lihat juga: Berminat Jadi Mitra Pertashop, Ini Syaratnya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here