Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) siap mengakselerasi 522 proyek hijau yang dikolaborasikan investasinya melalui skema Just Energy Transition Partnership (JETP). Jumlah ini meningkat tajam dari 163 proyek hijau yang sedang dijalankan secara mandiri oleh PLN untuk transisi energi mencapai target net zero emission (NZE) di tahun 2060.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan PLN telah mengidentifikasi empat skenario transisi energi di tanah air dalam kerangka JETP. Bersamaan dengan itu, PLN juga melakukan analisis teknis bersama International Energy Agency (IEA) dan analisis finansial bersama Asian Development Bank (ADB).
“PLN melakukan analisis teknis dan finansial untuk memastikan agar dapat mencapai tujuan transisi energi dengan perencanaan yang workable dan tetap menjaga finansial perusahaan tetap sehat,” ungkap Darmawan pada Focus Group Discussion (FGD) JETP Comprehensive Investment and Policy Plan (CIPP), Kamis (15/6).
Menurutnya, komitmen PLN dalam transisi energi sudah konkret dengan menjalankan 163 proyek hijau di berbagai tempat melalui berbagai sumber pendanaan. Semua proyek pengembangan energi baru terbarukan (EBT) ini total kapasitasnya mencapai 5,1 Gigawatt (GW) dengan target selesai di tahun 2030.
“Kita punya planning bagus dan membangun aliansi kuat untuk mereduksi emisi sekaligus menjaga kekuatan finansial. Kita ingin transisi energi ini bisa sustainable untuk bisa meningkatkan industri nasional,” ujar Darmawan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan PLN saat ini tengah mengkonsolidasi seluruh program hijau yang belum memperoleh pendanaan untuk masuk ke dalam CIPP dalam skema JETP. Dalam hal ini, PLN telah menyiapkan 522 proyek energi hijau yang potensial dibiayai JETP dengan total kapasitas 15,1 GW sampai tahun 2030.
Dalam kesempatan yang sama, Head of JETP Secretariat, Edo Mahendra, menjelaskan dalam G20 telah ada kesepakatan bersama untuk mendorong tiga target utama transisi energi Indonesia. Yaitu mengurangi emisi karbon di sektor ketenagalistrikan, meningkatkan energy mix dari EBT, dan pencapaian target NZE.
“Komitmen ini bersama-sama. Sehingga kita bisa memulai dulu perencanaan dan proyek-proyeknya. Kita ingin gain input dari FGD ini, termasuk potensi pilot project yang nanti dihasilkan,” ujar Edo.
Dia menyebutkan untuk mendukung komitmen itu saat ini, JETP telah menyediakan dana bantuan sebesar US$ 20 miliar. Meski begitu, perlu dukungan Pemerintah khususnya dari segi kebijakan.
“Kita butuh dukungan pemerintah Indonesia untuk segi kebijakan. Koordinasi dan implementasi kita butuh PLN dan lembaga lain. JETP akan ada di tengah untuk membantu semuanya jalan,” ujar Edo.








Tinggalkan Balasan