PLTP Dieng unit 1, Jawa Tengah, yang dikelola oleh Geo Dipa Energi.

Jakarta, Petrominer – PT Geo Dipa Energi (Persero) telah menandatangani loan agreement dari Asian Development Bank (ADB) untuk untuk melanjutkan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Dieng 2 dan PLTP Patuha 2. Kedua unit PLTP ini akan dibangun akhir 2020 dan diharapkan bisa beroperasi tahun 2023 mendatang.

Untuk memperoleh pinjaman tersebut, Geo Dipa mendapat penjaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero) serta Direktorat Pengelolaan dan Resiko Kementerian Keuangan. Proyek PLTP ini menjadi proyek panasbumi pertama dengan ADB yang menggunakan skema direct lending.

Direktur Utama Geo Dipa Energi, Riki Firmandha Ibrahim, menjelaskan bahwa dengan pengembangan lanjutan ini maka kapasitas PLTP menjadi 110 Mega Watt (2×55 MW) melaiui PLTP Dieng 2 dan Patuha 2. Konstruksi PLTP diharapkan akan dimulai akhir 2020 dan dijadwalkan untuk beroperasi (COD) tahun 2023. Kedua Proyek PLTP tersebut adalah proyek proritas dan vital pemerintah, yang tertuang di dalam Keputusan Menteri ESDM No. 1567 K/21/MEM 2018 dan Peraturan Menteri ESDM No. 40 tahun 2014.

“Pengembangan PLTP Dieng 2 dan Patuha 2 ini akan menjadi sebuah investasi berkelanjutan yang sangat strategis. Hal ini dikarenakan produksi energi bersih akan meningkatkan dan mengurangi ketergantungan impor energi fosil,” jelas Riki usai melakukan penandatangan perjanjian tersebut dalam sebuah pertemuan virtual, Rabu (19/8).

Dia menegaskan bahwa pengembangan dan pemanfaatan panasbumi akan membuka peluang lebih besar terhadap peningkatan ekonomi lokal dan investasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan penerimaan pusat dan pemerintah setempat atau daerah.

Proyek PLTP Dieng dan Patuha tahap 2 tidak hanya memberikan manfaat pada skala global dan nasional, namun manfaat langsung melalui bonus produksi bagi pemerintah daerah di tingkat Kabupaten setiap tahunnya. Selain itu, ada juga program Community Development dan Corporate Social Responsibility yang akan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Tidak hanya di tingkat Propinsi dan Kabupaten, namun kedua proyek tersebut dapat memberikan manfaat langsung hingga ke lapisan masyarakat desa.

Menurut Direktur ADB untuk Indonesia, Winfried F. Wicklein, kedua proyek PLTP tersebut akan membantu Indonesia memerangi perubahan iklim dan menjadikan sistem kelistrikan di Indonesia berkelanjutan, andal, dan efisien. Proyek pengembangan ini juga akan mendorong peningkatan dunia usaha dan konsumen untuk mengakses energi yang terjangkau, andal, dan modern.

“Bantuan kami sejalan dengan sasaran jangka panjang Indonesia untuk mencapai pertumbuhan ekonomi dan energi, termasuk memaksimalkan penggunaan sumber daya energi dari dalam negeri, menambah bauran energi, dan memastikan keberlanjutan lingkungan,” ujar Winfried.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here