Minuman jahe merah dan hand sanitizer, salah satu contoh produk mitra binaan Pertamina untuk bantuan ke masyarakat di masa pandemi Covid-19.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) sukses berdayakan mitra binaannya untuk memproduksi barang dan jasa kebutuhan dalam program bantuan Pertamina untuk masyarakat di masa pandemi Covid-19. Sebanyak 596 UMKM mitra binaan Pertamina dan Rumah Kreatif BUMN (RKB) Pertamina diberdayakan menjadi lebih kreatif dan inovatif.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman, menyampaikan bahwa penjualan dari UMKM tersebut cukup besar. Hingga pertengahan Mei 2020, tercatat pencapaian penjualan menembus lebih dari Rp 4 miliar.

“Penjualan produk dan jasa UMKM Mitra binaan di bawah RKB BUMN Pertamina sudah menyentuh angka Rp 1,2 miliar, sedangkan UMKM mitra binaan Pertamina melalui Program Kemitraan telah mencapai lebih dari Rp 2,98 miliar,” ungkap Fajriyah, Sabtu (23/5).

Sejak merebaknya Covid-19, mitra binaan Pertamina lebih adaptif terhadap perubahan. Mereka jadi lebih kreatif dan inovatif melihat peluang pemasaran di masa pandemi ini.

“Sebanyak 420 UMKM mitra RKB Pertamina memproduksi barang dan jasa kebutuhan untuk penanggulangan Covid-19. Sedangkan sebanyak 176 UMKM mitra binaan unggulan Pertamina yang masuk dalam program kemitraan juga telah dberdayakan agar bisa tetap produktif di masa pandemi,” jelasnya.

Menurut Fajriyah, produk yang diproduksikan oleh para mitra binaan adalah produk yang dibutuhkan oleh Pertamina untuk bantuan ke masyarakat. Mulai dari multivitamin, hebal, madu, sabun, hand sanitizer, disinfektan, alat pelindung diri atau masker kain non medis, minuman kesehatan seperti Jahe, kuliner hingga jasa pengelasan yang dapat mendukung upaya pencegahan Covid-19.

“Alhamdulillah di masa pandemi ini, Pertamina membantu kami dengan adanya pesanan masker,” ujar Ali dari UMKM Jocce, pengrajin sepatu kulit dari Sidoarjo, yang merupakan mitra binaan Pertamina Region V Jatim Balinus.

Menurut Ali, pihaknya dapat memproduksi masker non medis yang sebenarnya bukan lini bisnis kami dengan berbagai penyesuaian, sebelum akhirnya memproduksi secara massal sesuai dengan rekomendasi dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Masker yang dibuat mencapai 20.000 unit per bulan hingga akhirnya dapat bertahan dengan beralih usaha dan meraih omzet usaha mencapai Rp 350 juta dalam dua bulan terakhir ini.

Dahrul Mahbar, pemilik UKM jahe merah Cangkir Mas, mengaku sempat khawatir sejak merebaknya Covid-19. Namun kekhawatirannya berubah menjadi berkah setelah Pertamina memanfaatkan produk Jahe Merah-nya untuk kegiatan bantuan Pertamina Peduli.

“Kini minuman herbal produk jahe merah kami banyak dicari masyarakat. Alhamdulillah penjualan di masa Covid-19 ini semakin meningkat, omset bertambah 50 persen, senilai lebih dari Rp 100 juta,” ungkap Dahrul.

Mitra binaan unggulan dalam program kemitraan Pertamina tersebar di seluruh Indonesia dan dikoordinir oleh Pertamina Pemasaran atau Marketing Operation Region dan Pertamina Pengolahan atau Refinery Unit. Untuk memperkuat capaian tersebut, Pertamina juga telah mengaktifkan 29 Rumah Kreatif BUMN (RKB), yang hingga saat ini telah membawahi 6.518 mitra binaan.

Rumah kreatif BUMN adalah rumah Bersama untuk berkumpul belajar dan membina para pelaku UKM menjadi UKM Indonesia yang berkualitas serta sebagai wadah bagi langkah kolaborasi BUMN dalam bentuk Digital Economy System melalui pembinaan bagi UKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UKM itu sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here