
Prabumulih, Petrominer – PT Pertamina EP Limau Field terus mencatatkan kenaikan produksi minyak sejak awal 2026. Upaya terkini berasal dari sumur pengembangan L5A-312, yang berdasarkan uji produksi pada 9 Mei 2026 diperoleh hasil sementara produksi minyak sebesar 643 barrel oil per day (BOPD).
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan PEP Limau Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 telah melakukan tajak pengeboran sumur pengembangan L5A-312 pada 31 Maret 2026. Dan per tanggal 9 Mei 2026 telah berhasil melakukan uji produksi dengan hasil sementara untuk minyak mencapai 643 BOPD, menggunakan pompa listrik ESP yg dimasukan ke dalam sumur dengan open flow.
“Produksi sumur ini berasal dari lapisan Layer eksisting TAF-W3 dengan kandungan air / water content sebesar 1 persen,” ungkap Djoko dalam laporan kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang diperoleh PETROMINER, Senin (11/5).
Dia menjelaskan lokasi pengeboran ini secara geografis terletak kurang lebih 10 km sebelah barat kota Prabumulih, dikelilingi lapangan Betung di sebelah barat dan lapangan Karangan di sebelah timur. Secara umum lapangan Limau merupakan lapangan yang memanjang dari barat- ke timur, yang merupakan bagian dari kelurusan patahan dan antiklin Lematang, dan terbagi menjadi beberapa struktur yang dipisahkan kompartemen patahannya antara lain Belimbing, Niru, Limau Barat, Limau Tengah dan Limau Timur.
Sumur ini dibor secara directional menggunakan rig PDSI#32.2/N80UE-E hingga kedalaman akhir di 2546.50 mMD/2532.60 mTVD. Diselesaikan dalam total waktu 40 hari untuk fase pengeboran dan uji produksi hingga tanggal 9 Mei 2026.
“Sebagai informasi tambahan, pelaksanaan operasi di sumur L5A-312 (LM-03) dengan total waktu jam kerja tanpa kecelakaan sebesar 62.712 jam sejak pertama kali tajak, dengan tetap mengutamakan komitmen terhadap aspek HSSE dan operational excellent,” papar Djoko.
Hasil Konsistensi
Hingga Maret 2026, Limau Field mencatat produksi minyak 5.102 BOPD. Sebagai bagian dari PHR Zona 4, lapangan ini konsisten mendongkrak produksi minyak melalui pengeboran sumur baru dan intervensi sumur. Penggunaan teknologi Aplikasi PEARL (Petroleum Engineer Artificial Lift Limau) Vol. 4.0 untuk efisiensi energi yang terbukti menghemat biaya operasional.
Menurut General Manager PHR Zona 4, Djudjuwanto, peningkatan produksi Limau Field adalah hasil konsistensi PHR Zona 4 dalam upaya mendukung peningkatan produksi migas nasional yang berkelanjutan. Tentunya catatan baik ini mendukung terwujudnya ketahanan energi nasional.
“Peningkatan produksi ini diiringi komitmen PEP Zona 4 mengedepankan keselamatan kerja melalui penerapan manajemen HSSE yang ketat. Selain itu, kolaborasi dengan para stakeholder menjadi faktor penting terwujudnya peningkatan produktivitas,” ujar Djudjuwanto.








