Jakarta, Petrominer – Deputi Perencanaan SKK Migas, Benny Lubiantara, mengapresiasi penemuan hidrokarbon pada pengeboran sumur ekplorasi Markisa (MKS)-001 di wilayah kerja Pertamina EP Field Papua. Keberhasilan ini disebutnya sebagai salah satu kado bagi bangsa Indonesia menjelang peringatan Hari Kemerdekaan ke-77.
“Keberhasilan penemuan hidrokarbon di wilayah yang kaya akan sumber daya alam di Papua Barat tersebut akan mendorong kegiatan eksplorasi yang lebih masif dan agresif di masa mendatang,” ujar Benny, Senin (15/8).
Dia menyebutkan bahwa keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi MKS-001 ini akan menambah kesuksesan pengeboran sumur eksplorasi di tahun 2022 yang mencatatkan success ratio lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2021. Bahkan, jauh lebih baik lagi jika dibandingkan rata-rata keberhasilan pengeboran sumur eksplorasi di dunia.
Sampai semester I-2022, success ratio pengeboran sumur eksplorasi mencapai 75 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan capaian success ratio pengeboran sumur eksplorasi tahun 2021 yang sebesar 55 persen dan mengungguli capaian global success ratio tahun 2021 yang sebesar 23,8 persen.
“Dengan keberhasilan sumur MKS-001, maka success ratio pengeboran sumur eksplorasi tahun 2022 akan semakin tinggi. Tentunya, hal ini akan semakin menguatkan keyakinan kita bersama bahwa dengan pengeboran eksplorasi yang masif dan penemuan hidrokarbon yang dihasilkan akan menjadi pondasi yang kuat untuk mencapai target 1 juta barel minyak (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) di tahun 2030,” tegas Benny.
Lebih lanjut, dia menyatakan bahwa tingginya success ratio pengeboran sumur eksplorasi juga akan berdampak pada peningkatan daya saing industri hulu migas nasional. Pasalnya, hal ini menunjukkan bahwa kemampuan dan penguasaan teknologi industri hulu migas yang semakin meningkat sehingga dapat beroperasi lebih efisien.
“Semoga hal ini dapat mendorong peningkatan investasi di sektor hulu migas, mengingat tingkat keberhasilan penemuan hidrokarbon yang tinggi,” ujar Benny.
Akhir pekan lalu, Pertamina Hulu Energi Regional 4 melaporkan temuan hidrokarbon berupa gas dari kegiatan pengeboran sumur eksplorasi MKS-001. Sumur eksplorasi tersebut terletak di Wilayah Kerja Pertamina EP, Field Papua, Kabupaten Aimas, Papua Barat.
Ini merupakan sumur eksplorasi pertama bagi Pertamina setelah 8 tahun tidak ada aktivitas pengeboran eksplorasi di wilayah Papua. SKK Migas pun memberi dukungan dan perhatian khusus demi kelancaran pengeboran sumur eksplorasi tersebut.
Pengeboran sumur eksplorasi ini memiliki objektif utama di Batu Karbonat Formasi Kais. Sumur MKS-001 ditajak pada 21 Juni 2022 pukul 06.00 WIT dan mencapai kedalaman akhir 2.048 mMD pada tanggal 28 Juli 2022 pukul 20.00 WIT. Sumur dibor dengan profil vertikal menggunakan rig PDS #28.2/D1000-E.
Setelah dilakukan serangkaian evaluasi terhadap properti formasi dengan menggunakan E-line logging tools, Pertamina selanjutnya mengusulkan 2 interval Drill Stem Test (DST) yang berada dalam Formasi Kais, DST#1: 2.012-2.020 mMD dan DST#2: 1.932-1.942.5 mMD.
Saat ini, dilakukan kegiatan DST#1 (2.012-2.020 mMD) pada lapisan Limestone Reef Formasi Kais, periode clean up dengan choke 44/64″ mendapatkan rate gas 9,7 MMSCFD dan rate condensate 219 BCPD. Status per 13 Agustus 2022, sumur MKS-001 sedang melakukan clean up interval DST#1.








Tinggalkan Balasan