Jakarta, Petrominer – Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) merilis capaian empat tahun sektor EBTKE pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Salah satu kinerja positif adalah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai kuartal III 2018 yang telah melampaui target 2018 ini.

Direktur Jenderal EBTKE, Rida Mulyana, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor EBTKE pada kuartal III 2018 mencapai Rp 1,14 triliun, atau 163 persen dari target APBN 2018 sebesar Rp 700 miliar.

“Meskipun kecil dibanding sektor minyak dan gas bumi atau mineral dan batubara, tapi ini untuk ukuran bayi yang baru lahir, menghasilkan PNBP dengan capaian yang bisa membanggakan, terkontrol. Untuk tahun ini saja, dari target Rp700 miliar, yang telah disepakati Badan Anggaran DPR, dalam perjalanannya, hingga triwulan III atau akhir September 2018, kita sudah mencapai Rp 1,14 triliun,” jelas Rida, Jumat (26/10).

Selain PNBP, realisasi penurunan emisi gas CO2 juga melampaui target tahun 2018. Hingga triwulan III 2018, penurunan emisi gas CO2 sudah mencapai 40 juta ton CO2, di atas target 36 juta ton CO2.

“Apa yang kita targetkan untuk tahun 2018, ini juga membanggakan, karena kita sudah melampaui apa yang sudah ditugaskan untuk menurunkan emisi CO2, yang sudah 40 juta ton,” ujar Rida.

Dari sisi investasi, hingga triwulan III tahun 2018 sektor EBTKE sudah menghasilkan USD 1,16 miliar, atau 57,7 persen dari target tahun ini sebesar USD 2,01 miliar.

Rida juga menyampaikan bahwa dari 70 kontrak EBT yang ditandatangani pada 2017, 4 di antaranya telah beroperasi pada kuartal III 2018 ini dan 26 proyek sedang dalam masa konstruksi.

Kapasitas terpasang Pembangkit EBT yang dibangun dengan APBN sampai dengan Oktober 2018 mencapai 50.889 kilowatt (kW). Sementara kapasitas pembangkit subsektor panas bumi sebesar 1.948,5 megawatt (MW), tidak jauh dari target 2018 sebesar 2.058,5 MW.

“Untuk PLTP ini kita bisa melewati Filipina dalam kapasitas total PLTP, dan kita menjadi nomor 2 di dunia. Insya Allah di 2022 atau 2023 dengan rencana yang kita punya, bisa menggeser Amerika Serikat jadi nomor satu produsen panas bumi di dunia,” tandas Rida.

Rida juga menyampaikan kapasitas terpasang PLTS, PLTMH, dan PLTB mencapai 315,1 MW ditambah 75 MW dari PLTB Sidrap. Dari subsektor bioenergi, kapasitas pembangkit yang terpasang sebesar 1.857,5 MW, terdiri dari Pembangkit Listrik Tenaga Biomassa, Biogas, Sampah Kota dan BBN, yang sebagian besar merupakan PLT off-grid.

Ditjen EBTKE juga sudah mengeluarkan Kebijakan mandatory campuran BBN ke BBM sebesar 20 persen (B20) sejak tahun 2016. Hingga 22 Oktober 2018, realisasi B20 mencapai 2,53 juta kiloliter (KL), dari target 3,92 juta KL di akhir tahun 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here