Jakarta, Petrominer — PT Pertamina (Persero) berkomitmen menjaga keamanan pasokan dan kualitas bahan bakar penerbangan atau Avtur, melalui kesiapan operasional Aviation Fuel Terminal (AFT). Salah satunya AFT Halim Perdanakusuma Jakarta yang rutin melakukan uji sampling produk sehingga Avturnya dipercaya oleh beragam konsumen yakni TNI Angkatan Udara, pesawat komersial hingga pesawat charter.
Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menyampaikan bahwa Pertamia memastikan kualitas Avtur tetap terjaga melalui proses pengawasan berlapis. Pasalnya, seluruh tahapan pemeriksaan dilakukan secara ketat dan sesuai standar yang berlaku.
“Pemeriksaan dilakukan sejak dari kilang pengolahan Pertamina, kemudian penerimaan di Aviation Fuel Terminal, selama masa penyimpanan, hingga sebelum pengisian ke pesawat udara. Seluruh tahapan itu dilaksanakan sesuai standar internasional untuk memastikan kualitas Avtur tetap prima,” ungkap Arya dalam kunjungannya ke AFT Halim, Rabu (25/2).
Untuk keamanan pasokan pada momen Ramadan dan Idulfitri, Pertamina pun memastikan kondisi stok Avtur dalam posisi aman. Bahkan sebelum periode Satgas Ramadan dan Idulfitri, Pertamina mulai melakukan build-up stock, atau meningkatkan ketersediaan pasokan, sehingga seluruh kebutuhan diharapkan terpenuhi dengan baik.
Dalam kesempatan yang sama, Aviation Fuel Terminal Manager, Irine Yuliana, menjelaskan tahapan Quality Control pertama yakni Visual Appearance Check. Ini merupakan pemeriksaan Avtur dari partikel padat dan air tersuspensi secara visual (clear & bright test).
Dilakukan juga Visual Appearance Check dengan pengujian visual menggunakan Chemical Water Detector (CWD) untuk mendeteksi jika terdapat kandungan air dalam Avtur.
Selanjutnya, Control Check atau Visual Appearance Check berupa pemeriksaan density untuk mendeteksi adanya kontaminasi fraksi lain, serta Membrane Test untuk mendeteksi kontaminan padat pada produk. Pada tahap ini, pengujian akan mendalami ada tidaknya kontaminasi benda lain dalam avtur.
Terakhir yaitu tahap Conductivity Unit, untuk meninjau apakah bahan bakar mudah menghantarkan listrik.
“Pertamina selalu melaksanakan quality control dengan ketat untuk menjaga kualitas produk yang akan digunakan oleh konsumen,” jelas Irine.
AFT Terbesar
Sementara itu, VP Aviation Fuel Business PT Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, menjelaskan bahwa AFT Halim merupakan salah satu dari 75 Aviation Fuel Terminal yang dikelola Pertamina secara nasional. Halim merupakan AFT terbesar kedua di Jawa Bagian Barat dan terbesar keenam secara nasional.
“Selain melayani penerbangan komersial, di Halim kami juga melayani kebutuhan khusus seperti TNI Angkatan Udara dan VVIP, dengan porsi layanan khusus lebih dari 30 persen,” jelas Yosep.
AFT Halim Perdanakusuma menjadi titik suplai bagi maskapai di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Fasilitas Pertamina ini memiliki empat tangki penyimpanan avtur berkapasitas maksimal hingga 8 ribu kilo liter (KL) dan tujuh mobil refueler untuk memenuhi kebutuhan maskapai penerbangan.









Tinggalkan Balasan