Lokasi pemboran tambang Sumbawa Timur Mining untuk menentukan deposit tembaga-emas Onto di Dompu, NTB.

Jakarta, Petrominer – PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengumumkan adanya perluasan potensi sumber daya mineral Onto di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Penemuan deposit tembaga dan emas yang lebih besar tersebut didapat usai perusahaan melakukan pemboran dan pengujian kadar logam (assay) dari lubang VHD096.

Presiden Direktur STM, Bede Evans, menjelaskan bahwa lubang VHD096 merupakan lubang bor vertikal sedalam 2.042,72 m ke dalam potensi sumber daya mineral Onto. Hasil assay mengkonfirmasi bahwa potensi sumber daya mineral Onto masih mengalami kemenerusan lebih dari 500 m di bawah kedalaman mineralisasi yang diketahui sebelumnya.

“Dengan hasil assay yang telah berhasil melewati rangkaian pengujian kualitas yang lengkap, STM dengan antusias melaporkan intercept 1.594,7 m dengan kadar @1,00 persen Tembaga dan 0,40g/t Emas. Termasuk di dalamnya intercept yang luar biasa sepanjang 100 m dengan kadar @5,99 persen Tembaga dan 1,11 g/t Emas,” ujar Evans, Kamis (22/10).

Hasil pemboran terbaru ini merupakan tindak lanjut dari pengumuman temuan potensi sumber daya mineral Tembaga-Emas Onto pada 19 Pebruari 2020 lalu. Ini merupakan temuan kelas dunia yang berpotensi menempatkan STM sebagai salah satu produsen tembaga terkemuka di Indonesia.

“Kami sangat antusias dengan hasil dari lubang bor VHD096. Ini merupakan lubang bor yang cukup sulit dan dicapai melalui kerja keras dari tim STM dan kontraktor kami di lapangan. Ke depan, kami akan fokus untuk menilai peluang yang ada dari hasil terbaru ini,” ungkapnya.

Bersamaan dengan rilis hasil dari lubang bor VHD096, jelas Evans, STM juga menerima hasil pengujian kadar logam (assay) yang mengesankan dari lubang VHD091 (lubang bor sedalam 1.420,2 m ke arah bagian Barat Daya dari potensi sumber daya mineral Onto dari lokasi pemboran yang sama).

Menurut Evans, lubang VHD091 memiliki intercept 1.010,2 m dengan kadar @1,11 persen Tembaga dan 0,84 g/t Emas. Termasuk di dalamnya intercept sepanjang 318,0 m dengan kadar @1,81 persen Tembaga dan 1,32 g/t Emas.

“Hasil dari lubang VHD096 dan VHD091 memberikan banyak peluang bagi STM. Kami juga berbesar hati dengan hubungan kolaboratif yang kuat antara STM dan Pemerintah Indonesia, kami yakin hasil ini akan memberikan dasar yang kokoh untuk kelanjutan pengembangan Proyek Hu’u,” jelasnya

STM adalah pemilik Kontrak Karya (KK) Proyek Hu’u generasi ketujuh di Kecamatan Hu’u, Dompu, Nusa Tenggara Barat. STM merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty. Ltd. (80 persen), anak perusahaan yang 100 persen sahamnya dimiliki oleh Vale SA, dan PT Antam Tbk (20 persen).

Posisi strategis potensi sumber daya mineral Onto dan Proyek Hu’u bagi industri pertambangan di Indonesia baru-baru ini juga diakui dengan penghargaan yang diterima STM sebagai Best Exploration Expenditure, Best Discovery dan Best in Class oleh Asosiasi Ahli Geologi Indonesia (IAGI) dalam acara IAGI Awards 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here