Operasional tambang batubara Indo Tambangraya Megah (ITM) di Bontang sudah memanfaatkan PLTS sebagai sumber energi.

Jakarta, Petrominer – PT ABB Power Grids Indonesia berhasil menerapkan solusi microgrid pertama di Indonesia. Fasilitas ini memastikan pasokan listrik offgrid berkelanjutan untuk operasi tambang milik Indo Tambangraya Megah (ITM) yang dikelola Indominco Mandiri (IMM) di Bontang, Kalimantan Timur.

Microgrid ini memanfaatkan tenaga surya untuk membantu mengurangi jejak karbon ITM. Kehadiran fasilitas ini, yang terbesar jenisnya di Asia Tenggara, menjadi salah satu tonggak penting dalam komitmen perusahaan tambang ini untuk mengurangi emisi karbon, sekaligus mengurangi biaya operasional.

“Proyek ini menunjukkan bagaimana keberhasilan integrasi pembangkit tenaga surya dengan PowerStoreTM Battery secara signifikan mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi karbon untuk mendorong efisiensi energi dan pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur ABB Power Grids Indonesia, Michel Burtin, dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Selasa (9/2).

Burtin menjelaskan, solusi Microgrid yang canggih itu mengintegrasikan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan sistem energy storage berbasis baterai ke dalam instalasi tenaga listrik yang ada. Teknologi ini tidak hanya mampu meningkatkan kualitas daya dan mengurangi biaya operasional, tetapi juga memungkinkan untuk beralih ke produksi listrik yang lebih sustainable dan mampu mengurangi jejak karbon secara signifikan.

Sistem kontrol dan otomasi yang advanced juga menjadi salah satu kunci untuk membantu memaksimalkan kinerja sistem kelistrikan di IMM. Solusi e-mesh™Control dari Hitachi ABB Power Grids itu memastikan operasi yang andal, stabil dan terkoordinasi.

Pada siang hari, sistem BESS menstabilkan frekuensi jaringan saat terjadi fluktuasi (intermittency) yang disebabkan oleh pembangkit tenaga surya. Selain itu, sistem BESS juga dapat meningkatkan performa jaringan pada siang maupun malam hari dengan menggunakan sistem pembagian beban (load sharing) untuk memastikan pengoperasian pembangkit yang efisien, terutama saat terjadi fluktuasi di sisi beban listrik, misalnya load rejection. Hal ini tentunya berdampak positif pada stabilitas dan kelancaran operasi penambangan yang berkelanjutan di IMM.

Beroperasi sejak tahun 2019, proyek ini telah berhasil mengintegrasikan PLTS ke dalam jaringan listrik milik IMM, menstabilkan dan meningkatkan efisiensi energi dengan portofolio solusi grid edge, e-meshTM, termasuk sistem penyimpanan energi atau energy storage berbasis baterai lithium, PowerStoreTM (BESS) dan sistem kontrol untuk otomasi jaringan. Sistem ini diproyeksikan menghasilkan 230 MWh energi dari PV surya setiap tahun, sehingga dapat mengurangi emisi CO2 sebesar 192 ton.

“Pada tahun 2019, kami memprakarsai proyek pembangkit listrik tenaga surya hybrid 3 MWp, 2 MW / 2MWh untuk digunakan sendiri di Bontang. Ini mewujudkan rencana diversifikasi bisnis jangka panjang kami untuk bisnis yang berkelanjutan,” ujar Chief Executive Officer Banpu Power plc., Kirana Limpaphayom.

Sementara Presiden Direktur ITM, Mulianto, mengatakan, sangat senang melihat fasilitas itu beroperasi sepenuhnya pada tahun 2020. Saat mencapai kinerja yang diharapkan, dia berharap dapat mereplikasi proyek tersebut di lokasi tambang yang lain.

Menurut Mulianto, ITM ingin mendorong konservasi energi sebagai bagian dari komitmen untuk meminimalkan dampak lingkungan dan membawa kehidupan yang baik di daerah tempat ITM beroperasi dan juga masyarakat sekitar.

IMM memiliki operasi penambangan berskala besar di Bontang, dengan lebih dari 600 karyawan dan menghasilkan sekitar 12,5 MT batubara setiap tahun. Untuk industri padat energi seperti pertambangan, penurunan biaya untuk pembangkit dan penyimpanan daya dengan energi terbarukan merupakan pilihan yang menarik, tetapi suplai daya yang stabil dan andal juga sangat penting untuk keberlanjutan operasi.

“Solusi smart microgrid seperti ini mampu memenuhi dua tujuan utama tersebut, sehinga membuka potensi untuk mengurangi biaya pembangkitan, meningkatkan kualitas suplai daya, dengan tidak mengabaikan pentingnya faktor lingkungan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here