Salah satu warga yang mendapat bantuan APDAL dari PLN di Kepulauan Yapen, Papua.

Kepulauan Yapen, Petrominer – PLN terus berinovasi untuk menghadirkan listrik di seluruh pelosok negeri. Untuk melistriki 11 kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, PLN salurkan bantuan berupa 574 unit baterai serta pembangunan 28 unit Stasiun Pengisian Energi Listrik (SPEL).

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW P2B), Abdul Farid, menyampaikan bahwa proses penyaluran baterai dan pembangunan SPEL ini dimulai bulan Desember 2020 lalu dan selesai terpasang pada Januari 2021. Proses penyaluran baterai dan pembangunan SPEL tersebut dilakukan menjelang Natal tahun 2020.

“Kami harap masyarakat dapat merawat dan menjaga dengan baik alat ini, sehingga bisa bertahan dengan jangka waktu yang lama dan dapat dimanfaatkan dengan maksimal, kami juga ucapkan terima kasih kepada Bupati Kepulauan Yapen, Kepala Desa dan seluruh pihak yang telah membantu dalam mewujudkan program ini,” ujar Abdul Farid, Kamis (25/3).

Dia menjelaskan, baterai atau yang secara paten dikenal dengan Alat Penyimpanan Daya Listrik (APDAL) merupakan alat penyimpanan daya listrik layaknya powerbank yang digunakan untuk melistriki rumah di wilayah terpencil. Kapasitas yang dimiliki pada sebuah APDAL sebesar 500 watt hour (Wh). Dengan pengisian selama 4-5 jam di SPEL berbasis tenaga surya, alat tersebut mampu menyuplai 3 lampu selama 2-3 hari.

“Bantuan senilai Rp 6 miliar tersebut merupakan salah satu program Corporate Social Responsibility (CSR) PLN Peduli bagi 574 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di Kampung Karawi, Aryobu, Kaonda, Wasani, Munggui, Rosbori, Yetuairau, Jeniari, Kumpeki, Ausen dan Bareraif,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen, Tonny Tesar, menyampaikan apresiasi atas upaya PLN dalam menghadirkan listrik di desa-desa.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah dan juga masyarakat menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang merencanakan dan bisa mengakomodir penerangan di 11 kampung yang memang selama ini belum teraliri listrik. Untuk mewujudkan hal ini membutuhkan perjuangan dan kepedulian,” ujar Tonny.

Ence Rumkawan, salah seorang warga Kampung Karawi, Distrik Windesi penerima baterai juga mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan tersebut.

Adanya listrik dapat membantu anak-anak sekolah maupun belajar di rumah masing-masing. Apalagi, sekarang sudah bisa menikmati listrik dari jam 5 sore sampai jam 5 pagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here