Pekanbaru, Petrominer – PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) memperkenalkan hijab berstandar FRC (flame resistant clothing) untuk meningkatkan keselamatan dan melindungi seluruh pegawai terutama pegawai wanita berhijab. Pakaian kerja ini bahannya dapat mengurangi dampak risiko cedera akibat terbakar.

Pakaian FRC tersebut wajib dikenakan pegawai yang memasuki dan/atau bekerja di dalam area produksi minyak & gas bumi serta fasilitas on plot listrik. Seragam ini juga wajib dipakai oleh para personel yang bekerja pada area operasi lapangan (fasilitas off plot, wellpad, dll).

“Pakaian kerja ini berfungsi melindungi tubuh dari kontak dengan bahaya fisik, biologi, dan kimia di tempat kerja, misalnya pancaran panas, sengatan lebah, gigitan nyamuk, percikan bahan kimia, dan sebagainya,” kata Manager Corporate Communication CPI, Sonitha Poernomo, Kamis (31/10).

Menurut Sonitha, Tim CPI telah melakukan riset khusus untuk hijab FRC dan kemudian mendesain serta memilih materi secara seksama guna memberikan keselamatan dan kenyamanan dalam penggunaannya. Produk ini sudah memenuhi standar nasional dan internasional.

“Hijab FRC ini merupakan upaya kami dalam menerapkan salah satu nilai perusahaan yaitu keberagaman dan inklusi (Diversity & Inclusion). Indonesia memiliki keunikan tersendiri dari segi keberagaman dan kami merangkul, mendengarkan masukan pegawai serta sangat menghargai ide yang diajukan pegawai kami,” jelasnya.

Tipe hijab FRC ini bisa digunakan dengan dua cara yaitu dimasukkan ke dalam pakaian dan juga bisa dikeluarkan. Meski begitu, pemakaiannya tetap dengan memperhatikan faktor keselamatannya.

“Penerapan Hijab FRC ini adalah bukti kepedulian yang nyata dan CPI merupakan pelopor yang pertama menerapkan hal ini di industri migas Indonesia,” tegas Sonitha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here