Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero) terus memperhatikan aspek keselamatan sebagai salah satu prioritas dalam menjalankan bisnisnya. Setelah mengembangkan Smart Moda Transportasi atau SmartMT untuk armada mobil tangkinya, kini skid tank LPG akan dilengkapi dengan alat keselamatan yakni Indonesian Safety Recorder (ISR).
ISR merupakan teknologi untuk mendukung dekarbonisasi dan efisiensi logistik, termasuk efisiensi konsumsi bahan bakar pada truk pengangkut sebagai salah satu program Global Environment Centre (GEC) Kementerian Lingkungan Hidup Jepang. GEC memiliki proyek dengan tema Pengurangan Emisi CO2 atau Dekarbonisasi di negara berkembang. Untuk di Indonesia, GEC menunjuk Datatec (Kanematsu Group), mitra strategis dalam pengembangan ISR di armada skid tank LPG Pertamina Patra Niaga.
Pjs. Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, mengatakan pilot project dengan Datatec ini merupakan sinergi positif untuk memastikan keselamatan armada dan awak mobil tangki. Hal ini mengingat sifat bisnis Pertamina Patra Niaga, yang salah satunya mencakup pendistribusian bahan bakar, berisiko tinggi.
“Dengan ISR atau semacam GPS tracker yang memantau beberapa aspek, diharapkan operasional skid tank LPG akan makin optimal, efisien, dan tepat waktu dalam melakukan distribusi energi. Lalu dari segi keselamatan, Pertamina Patra Niaga terus berinovasi karena fleet safety ini adalah salah satu prioritas dan berhubungan langsung dengan suplai energi ke masyarakat,” jelas Irto, Selasa (14/12).
Pada pilot project yang akan berlangsung selama lima tahun ke depan, sebanyak 130 skid tank LPG di wilayah Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur akan dilengkapi dengan alat ISR.
ISR akan memonitor lokasi, kondisi kendaraan, memeriksa riwayat lokasi yang rawan, hingga menganalisa keamanan mengemudi. Pada implementasinya di Jepang, manfaat ISR antara lain mengurangi tingkat kecelakaan hingga mencapai 50 persen, meningkatkan efisiensi konsumsi bahan bakar hingga 10 persen, dan terakhir mengurangi biaya perawatan rutin.
“Manfaat inilah yang akan kami monitor bersama selama lima tahun, hasil yang didapat dari implementasi ISR akan digunakan sebagai inovasi untuk meningkatkan kualitas operasional dan keselamatan fleet skid tank LPG Pertamina Patra Niaga. Kami juga berterima kasih, karena setelah pilot project ini, ISR akan tetap dapat kami manfaatkan di armada skid tank LPG kami,” ungkap Irto.
Kerja sama strategis ini diresmikan melalui penandatanganan kerja sama pada Jum’at (10/12) di Depot LPG Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penandatanganan dilakukan oleh Moch Toriq selaku VP Fleet Management Pertamina Patra Niaga, Ahmad Jaelani selaku VP IT Pertamina Patra Niaga, dan Masaya Kitano selaku Presiden Direktur PT Kanematsu Trading Indonesia.








Tinggalkan Balasan