Jakarta, Petrominer – Sejumlah 20 delegasi dari 13 negara pada kegiatan Oil and Gas Partnership Program 2017 mengunjungi fasilitas Liquid Natural Gas (LNG) milik PT Nusantara Regas, yaitu Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Teluk Jakarta dan Onshore Receiving Facility (ORF) di Muara Karang, Selasa (19/9).
Delegasi tersebut antara lain berasal dari Rusia, Uzbekistan, Sudan, Jepang, Korea, Bangladesh, Timor Leste, Algeria, Mexico, Thailand, Mozambique, Jordan dan Kamboja. Rombongan diterima oleh Direktur Operasi dan Komersil Nusantara Regas Bara Frontasia, serta Direktur Keuangan dan Umum Rigo Suparman.

Setelah dari FSRU, rombongan melanjutkan kunjungan ke ORF di Muara Karang. ORF ini merupakan fasilitas penerimaan gas dari FSRU yang disalurkan melalui pipa bawah laut berdiameter 24” sepanjang 15 km. ORF ini dilengkapi dengan gas cromatograph dan flow meter yang digunakan untuk mengukur jumlah energy yang disalurkan ke customer baik untuk listrik maupun industry.
Indonesia’s Oil and Gas Partnership Program merupakan kerja sama migas Indonesia dengan beberapa negara untuk mendukung program jaminan pasokan migas dan pertumbuhan perusahaan nasional bidang migas.
“Oil and Gas Partnership Program ini memberi kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan Nusantara Regas di dunia internasional sekaligus bertukar pengetahuan tentang pengelolaan gas berikut aspek komersialnya di 13 negara tersebut. Untuk diketahui, FSRU Nusantara Regas merupakan FSRU yang pertama di Asia Tenggara,” ujar Bara.
Sebagai Pioneer pengoperasian FSRU LNG di Asia Tenggara, paparnya, Nusantara Regas tetap berkomitmen untuk terus mendukung pemenuhan kebutuhan gas nasional, tidak hanya untuk sektor kelistrikan namun juga untuk sektor industri.
“Customer terbesar kami adalah PLN dan kami terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dalam penyaluran gas ke pembangkit-pembangkit PLN, khususnya untuk mendukung pencapaian proyek 35.000 Megawatt” tegas Bara
FSRU Nusantara Regas sejak dioperasikan tahun 2012 mampu memasok gas sebesar maksimum 500 juta kaki kubik per hari (MMCFD) untuk tiga pembangkit listrik yaitu PJB Muara Karang, IP Tanjung Priuk dan PJB Muara Tawar. Pasokan gas FSRU ini didapatkan dari Kilang LNG Bontang dan Tangguh LNG.








Tinggalkan Balasan