
Jakarta, Petrominer – Metodologi penghitungan jejak karbon produk (Product Carbon Footprint/PCF) milik Trelleborg Sealing Solutions telah memperoleh verifikasi independen dari DEKRA, lembaga sertifikasi yang diakui secara internasional. Verifikasi ini memastikan metodologi tersebut memenuhi standar internasional dalam menghitung dampak emisi karbon produk sejak ekstraksi bahan baku hingga keluar dari fasilitas produksi (cradle-to-gate).
Trelleborg menggunakan metodologi tersebut untuk membuktikan bahwa produk Reduced Carbon Footprint EPDM terbarunya mampu menghasilkan jejak karbon hingga 55% lebih rendah dibandingkan EPDM konvensional. Ke depan, metodologi yang telah diverifikasi ini akan diterapkan pada material dan produk tertentu untuk mengukur manfaat pengurangan emisi dari berbagai inovasi material Trelleborg.
VP Innovation & Strategic Business Development Trelleborg, Konrad Saur, mengatakan, transparansi data lingkungan menjadi dasar penting dalam pengambilan keputusan terkait keberlanjutan produk.
“Dengan menggabungkan keahlian lintas fungsi, data yang kuat, dan metodologi yang telah diverifikasi secara independen, kami dapat membantu pelanggan memahami jejak karbon produk mereka,” ujar Konrad dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Senin (2/11).
Menurutnya, data lingkungan yang akurat semakin dibutuhkan dalam pengembangan produk dan pengelolaan keberlanjutan. Verifikasi pihak ketiga juga memberikan kepastian bahwa metodologi penghitungan memiliki dasar ilmiah dan sesuai dengan standar internasional.
Dalam proses verifikasinya, DEKRA melakukan tinjauan kritis terhadap metodologi dan perangkat penghitungan Life Cycle Assessment (LCA) serta PCF yang digunakan Trelleborg. Hasilnya, metodologi tersebut dinyatakan memenuhi persyaratan ISO 14040, ISO 14044, dan ISO 14067, dengan proses tinjauan mengacu pula pada ISO 14071.
Penghitungan jejak karbon mencakup emisi Cakupan 3 (Scope 3) dari aktivitas hulu, seperti pengadaan bahan baku, emisi pemasok, dan transportasi. Selain itu, turut diperhitungkan emisi Cakupan 1 (Scope 1) dan Cakupan 2 (Scope 2) yang berasal dari kegiatan produksi Trelleborg Sealing Solutions.
Dengan cakupan tersebut, perusahaan dapat mengidentifikasi sumber emisi sekaligus menentukan tahapan yang memiliki peluang terbesar untuk menekan dampak lingkungan.
Proses pengembangan metodologi melibatkan berbagai divisi Trelleborg, mulai dari penelitian dan pengembangan (R&D), manufaktur, teknologi informasi, hingga tim keberlanjutan. Pada tahap awal, perusahaan juga mendapat dukungan Sphera Solutions dalam menyiapkan platform perangkat lunak LCA dan kerangka metodologi.
Project Manager Trelleborg, Jekaterina Miller, yang menginisiasi intrumen tersebut, mengatakan verifikasi independen tersebut memperkuat keandalan dan transparansi penghitungan jejak karbon perusahaan.
“Metodologi ini juga memberikan perangkat yang bermanfaat untuk mengevaluasi inovasi material dan mengidentifikasi peluang pengurangan emisi gas rumah kaca,” jelas Jekaterina.








Tinggalkan Balasan