Danau Toba, Destinasi Pariwisata Berbasis Energi Hijau Pertama

0
732
Foto bersama usai penandatanganan REC Partnership Agreement antara PT PLN (Persero) dan BPO Danau Toba.

Toba, Petrominer – Danau Toba menjadi Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) pertama di Indonesia yang dipasok dari energi bersih PLN. Melalui 10 megawatt hour (MWh) Renewable Energy Certificate (REC), DPSP Danau Toba telah siap menjadi tujuan wisata yang turut mengurangi emisi karbon.

Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita (BPO) Danau Toba, Jimmy Bernando Panjaitan, menjelaskan Danau Toba akan tampil beda dengan pasokan energi hijau. Dengan penggunaan energi hijau, promosi pariwisata Danau Toba di mata dunia dipastikan bakal jauh lebih meningkat.

“Penggunaan REC bukan hanya keuntungan bagi pengelola, tapi experience dari wisatawan untuk ikut berkontribusi dalam menjaga lingkungan. Ke depannya, seluruh kawasan ini juga akan mengusung green energy sustainable lewat kendaraan listrik,” ujar Jimmy, Minggu (4/12).

Dia menjelaskan isu penggunaan energi hijau ini sudah didiskusikan sejak lama. Isu ini justru berawal dari awareness para wisatawan terhadap eco–lifestyle di mana tingginya  permintaan adanya energi bersih dari hulu ke hilir.

Kesepakatan kemitraan REC antara PLN dan BPO Danau Toba ditandatangani di Medan, Kamis (1/12). Selain REC, secara bertahap, PLN komitmen untuk menyuplai kebutuhan listrik untuk pengembangan kawasan DPSP Danau Toba dengan total 24,87 megawatt (MW).

Dalam kesempatan yang sama, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara, Tonny Bellamy, mengatakan Sumatera Utara memiliki potensi green energy terbesar di Indonesia. PLN berkomitmen untuk terus meningkatkan potensi untuk dimaksimalkan agar target Net Zero Emission (NZE) dapat dicapai di tahun 2060.

“PLN siap mendukung program pemerintah NZE di tahun 2060, hingga kini Realisasi bauran energi baru terbarukan di Sumatera saat ini sudah mencapai 40,06 persen dan kami akan terus berupaya meningkatkan bauran tersebut sesuai dengan potensi sumber daya alam di wilayah tersebut,” ujar Tonny.

Dia menjelaskan, PLN menyerahkan REC kepada DPSP Danau Toba sebagai dukungan dalam mewujudkan pariwisata hijau. Nantinya, PLN juga akan menyuplai kebutuhan listrik untuk pengembangan kawasan DPSP Danau Toba dengan total 24,87 megawatt (MW) yang akan disediakan secara bertahap. Kemudian PLN juga sudah mengembangkan ekosistem hijau yang melihat dari sisi green tourism, green investment dan green transportation.

“Dukungan terhadap green tourism, sudah bertahap dipenuhi, di seputaran kawasan Danau Toba sudah disediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang berlokasi di Parapat dan rencananya akan segera diresmikan SPKLU di Balige dan Pulau Samosir,” ungkap Tonny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here