Semarak angkutan batubara dari lokasi tambang ke pelabuhan dan pembeli. (JATAM)

Jakarta, Petrominer – Realisasi penjualan batubara Indonesia dipastikan bakal mendapatkan rapor hijau dalam waktu tiga tahun mendatang. Hal ini menyusul komitmen para importir Cina yang menyetujui pembelian batubara senilai US$ 1,46 miliar atau setara Rp 20,6 triliun untuk tahun 2021.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, menjelaskan bahwa pembelian itu akan mendongkrak nilai batubara yang sempat mengalami kelesuan di tengah pandemi Covid-19. kesepakatan itu tertuang dalam perjanjian kerjasama antara Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI-ICMA) dengan CCTDA (China Coal Transportation and Distribution).

“Saya optimis komoditas batubara akan kembali bergairah menyusul adanya kerja sama ini. Sebuah momen positif untuk mengembalikan realisasi produksi sesuai dengan proyeksi yang ditetapkan,” ungkap Agung, Kamis (26/11).

Dia memaparkan, kerjasama tersebut berawal dari hasil kunjungan kerja Pemerintah Indonesia ke Cina yang diwakili oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi beberapa bulan lalu. Upaya ini merupakan langkah konkrit Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dalam merayakan 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Sementara itu, Direktur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia, menyebutkan bahwa kesepakatan penjualan batubara Indonesia ke Cina itu akan meningkatkan volume perdagangan. Nilai kesepakatan antara perusahaan-perusahaan yang hadir pada saat penandatanganan kerjasama adalah senilai US$ 1,46 miliar.

“Ini merupakan bagian dari kesepakatan untuk meningkatkan kerjasama anatara kedua negara untuk mencapai volume perdagangan 200 juta ton di tahun 2021,” jelas Hendra.

Selain menyepakati kebijakan ekspor jangka panjang, paparnya, kerjasama itu juga memfasilitasi para produsen batubara di Indonesia dengan pihak pembeli di Cina dan meningkatkan perdagangan bilateral kedua negara. Kesepakatan tersebut dicapai dalam acara “China-Indonesia Coal Procurement Matchmaking Meeting” yang diselenggarakan secara virtual, Rabu (25/11).

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Direktur Jenderal Departemen Urusan Asia Kementerian Perdagangan RRT Mr. Peng Gang, Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh RRT untuk RI Mr. Xiao Qian, dan Duta Besar Berkuasa Penuh RI untuk RRT dan Mongolia Djauhari Oratmangun.

Penandatanganan kerjasama antara APBI dengan CCTDA juga dihadiri oleh anggota APBI yang menjadi eksportir batubara ke RRT yaitu Adaro, Bukit Asam, Kideco, Indo Tambangraya Megah, Multi Harapan Utama, Berau dan Toba Bara. Turut hadir pula perwakilan dari Kedutaan RRT, serta CNCA (China National Coal Association).

Berdasarkan data Kepabeanan Cina, total ekspor Indonesia ke Cina untuk produk Batubara, khususnya HS 2702, HS 2701 dan HS 2704, untuk periode Januari-September 2020 mencapai US$ 4,9 miliar. Angka ini turun dibandingkan total ekspor tahun 2019 dalam periode yang sama, sebesar US$ 5,8 miliar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here