Jakarta, Petrominer – Chevron Indonesia menyatakan telah memulai kegiatan studi untuk mendalami lebih jauh alternatif pengembangan Proyek Gendalo-Gehem. Ini merupakan pengembangan tahap kedua dari Proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Kutei Basin, Kalimantan Timur.
Kontrak studi Proyek IDD tahap II tersebut ditandatangani, Rabu (13/12), dengan disaksikan oleh Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi. Acara penandatangan kontrak kerjasama itu dilakukan di atas unit produksi terapung West Seno, fasilitas di mana gas Lapangan Bangka diproses.
“Chevron telah menjadi mitra utama dalam pemenuhan kebutuhan energi Indonesia selama lebih dari 90 tahun, menggerakkan pertumbuhan ekonomi, dan mendukung pengembangan masyarakat di area kami beroperasi,’’ kata Managing Director Chevron IndoAsia Business Unit, Chuck Taylor.
Menurut Taylor, ada dua kontrak studi yang ditandatangani. Pertama, terkait studi kelayakan pekerjaan keteknikan dan desain proyek IDD yang akan dikerjakan oleh PT Worley Parsons Indonesia untuk lingkup bawah laut (subsea). Kontrak kedua dengan PT Tripatra Engineering untuk lingkup fasilitas produksi. Ini merupakan kemajuan yang signifikan bagi proyek yang akan memberikan manfaat mendasar bagi masyarakat dan Pemerintah Indonesia.

“Kegiatan studi ini akan mendalami alternatif-alternatif yang dapat menurunkan kebutuhan biaya kapital secara signifikan dan meningkatkan tingkat kelayakan proyek,” jelasnya.
Pekerjaan dalam kontrak-kontrak tersebut diharapkan selesai pada tahun 2018. Proyek IDD tahap kedua diperkirakan memiliki potensi total produksi gas alam sekitar 3 triliun kaki kubik (TCF).
Tahap pertama dari Proyek IDD, yakni Proyek Bangka, sudah berproduksi sejak Agustus 2016 lalu dengan kapasitas terpasang 110 juta kaki kubik gas per hari (MMSCFD) dan 4.000 barel kondensat per hari. Hingga saat ini, enam kargo gas alam cair (LNG) hasil produksi Lapangan Bangka telah dikapalkan dari Terminal LNG Bontang, sebagai bagian dari Perjanjian Jual-Beli LNG Proyek Bangka dengan PT Pertamina (Persero) selama lima tahun.
Chevron (operator) memegang 63 persen saham kepemilikan di Proyek IDD (secara agregat), bersama mitra joint venture lainnya yaitu Eni, Tip Top, PHE dan para mitra Muara Bakau.









Tinggalkan Balasan