, ,

Chevron dan Pertamina Kembangkan CCS/CCUS di Kaltim

Posted by

Houston, Texas, Petrominer – PT Pertamina (Persero) dan Chevron New Energies International Pte. Ltd. (Chevron New Energies) telah sepakat untuk menjajaki pengembangan teknologi carbon capture storage dan carbon capture utilization and storage (CSS/CCUS) di Kalimantan Timur. Kolaborasi ini dituangkan dalam sebuah Joint Study Agreement (JSA) yang ditandatangani, Senin (6/3).

Ini merupakan kesepakatan kedua antara Chevron dan Pertamina menyusul kolaborasi yang diumumkan di Washington, D.C. pada Mei 2022 lalu untuk menjajaki potensi peluang bisnis rendah karbon di Indonesia. Kesepakatan pertama, yang diumumkan di sela-sela acara B20 di Bali pada November 2022 lalu, ditandatangani oleh Chevron New Energies, Pertamina Power Indonesia dan Keppel Infrastructure. Kerja sama ini bertujuan untuk menjajaki pengembangan proyek hidrogen hijau dan amonia hijau dengan menggunakan energi terbarukan di Indonesia.

Kesepakat kali ini ditandatangani di sela-sela CERAWeek 2023. Dalam acara ini, para pemimpin Chevron dan Pertamina bersama dengan para pejabat pemerintah, pakar, akademisi, inovator teknologi, dan pemimpin keuangan mengeksplorasi ide dan solusi dengan mengusung tema “Navigating a Turbulent World: Energy, Climate and Security.”

JSA tersebut ditandatangani oleh SVP Riset dan Teknologi Pertamina, Oki Muraza, dan VP CCUS Chevron New Energies, Chris Powers. Disaksikan oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arifin Tasrif dan Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto.

Arifin menegaskan bahwa Pemerintah mendukung penuh kemitraan ini. Dia pun memuji upaya Pertamina dan Chevron yang konsisten dalam mendukung target net zero emission Indonesia tahun 2060.

“CCS/CCUS merupakan inisiatif yang sangat penting bagi agenda pemerintah dalam program dekarbonisasi. Kemitraan ini akan berkontribusi dalam menciptakan landasan yang kuat untuk mencapai tujuan transisi energi Indonesia,” ujar Arifin.

Menurutnya, Pemerintah telah menyelesaikan harmonisasi regulasi CCS/CCUS yang diharapkan dapat mendorong pengembangan lebih banyak lagi proyek-proyek CCS/CCUS di seluruh Indonesia. Teknologi CCS/CCUS ini akan menjadi jembatan yang dapat menjamin pertumbuhan industri Indonesia sekaligus memastikan emisi karbon terkunci dengan baik.

Sementara Chris Powers menyatakan kesepakatan baru ini akan membangun momentum bagi tujuan bersama yaitu memajukan target energi Indonesia sambil mengejar masa depan yang rendah karbon. Apalagi, Chevron sudah hampir satu abad bermitra dengan Indonesia dalam membantu memenuhi kebutuhan energi.

“Kami memiliki kemampuan yang unik dan pemahaman mendalam tentang geologi Indonesia untuk mendukung pemanfaatan CCS/CCUS. Bersama-sama, kita dapat memanfaatkan kekuatan kolektif kita untuk membuka peluang baru bagi Indonesia,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Oki. Kesepakatan dengan Chevron New Energies ini sangat positif dan menunjukkan keseriusan Pertamina dalam menindaklanjuti rencana program transisi energi dan dekarbonisasi.

“Pertamina berkomitmen untuk mendukung Pemerintah dalam mencapai target net zero emission pada tahun 2060,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *