Merak, Petrominer – Castrol Indonesia secara resmi telah mendapatkan Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) untuk pabriknya di Merak, Cilegon, Banten. Pabrik ini menjadi pabrik pelumas Castrol pertama yang mengimplementasikan REC di wilayah Asia Pasifik.
Plant Manager Castrol Indonesia, Johanes Tarigan, menyebutkan penerimaan REC ini sebagai langkah yang signifikan agar selaras dengan Castrol Path 360° yang bertujuan untuk mencapai net zero pada tahun 2050 atau lebih awal. Peta jalan keberlanjutan pabrik Castrol Merak dimulai tahun 2020 dan ditargetkan bisa diselesaikan tahun 2028.
“Kami sangat menghargai PLN karena telah menginisiasi sertifikat ini sebagai pilihan pembelian guna mencapai target energi terbarukan yang transparan. Tonggak bersejarah ini sangat penting bagi kami agar bisa terlibat dalam perkembangan pasar energi terbarukan di Indonesia,” ujar Johanes, Rabu (5/10).
Pabrik Castrol Merak beroperasi sejak bulan Februari 2000. Operasi net zero bertujuan untuk menghasilkan energi terbarukan yang dapat menghasilkan listrik tanpa emisi per tahun. Dengan ditandatanganinya REC, Castrol Indonesia berkomitmen untuk menghasilkan energi bersih dengan mengambil listrik dari panasbumi (geothermal).
“Sebagai salah satu dari target berkelanjutan yang harus dicapai dalam waktu 10 tahun mendatang, REC menjadi pokok bisnis yang harus diatur dan diawasi bersama dengan PLN dan APX TIGRS. REC menggunakan energi murni yang berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Kamojang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sejalan dengan kebijakan Castrol Path 360°, Castrol tengah mengembangkan sebuah program yang bersifat holistik untuk membantu mempercepat pergerakan ke arah masa depan yang lebih berkelanjutan.
Terdapat enam dasar panduan dalam Castrol Path 360°, yaitu berpikir secara menyeluruh (circular), rancangan karbon yang lebih rendah, netralitas karbon, solusi pelanggan, mempercepat transisi dan meningkatkan kualitas hidup manusia, yang menjadikan REC sebagai salah satu langkah penting bagi operasi Castrol untuk menuju sasaran berkelanjutan dalam hal energi terbarukan.
Sebelum didapatkannya REC, Castrol memutuskan untuk mengurangi penggunaan plastik melalui pengemasan yang lebih ergonomis dan secara terus menerus melangkah maju untuk mengurangi emisi karbon. Selain itu, REC dimasukkan dalam Strategi ABCDE Castrol – Digital & Decarbonize, di mana Pabrik Castrol Merak menjalankan suatu peta jalan (roadmap) berkelanjutan yang bertujuan untuk menghilangkan emisi sebesar 480 MwH dari listriknya atau setara dengan 472 CO2te per tahun mulai tahun 2022.
REC menjadi alat untuk menunjukkan atribut yang bisa diperbaharui dari setiap MWh listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik energi terbarukan, yang menghitung 1 REC = 1 MWh. Sertifikat ini merupakan kolaborasi dengan PLN Cilegon dari Oktober 2022 sampai Oktober 2025.








Tinggalkan Balasan