Bandung, Petrominer — PT Pertamina EP (PEP) semakin serius mendukung ketahanan energi di Indonesia. Anak usaha PT Pertamina (Persero) ini semakin agresif melakukan upaya pencarian cadangan minyak dan gas bumi, salah satunya dengan menggandeng Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Sebuah Nota Kesepahaman antara Pertamina EP dan Badan Geologi telah ditandatangani pekan lalu di Bandung. Kedua pihak sepakat untuk melakukan Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bidang Geologi di Wilayah Kerja Pertamina EP.
“Tujuan dari penandatanganan Nota Kesepahaman ini adalah untuk menegaskan komitmen dalam melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi eksplorasi di bidang geologi, khususnya terkait sumber daya minyak dan gas bumi,” ujar Kepala Badan Geologi, Ego Syahrial, Jum’at (23/9).
Menurut Ego, secara resources Indonesia punya potensi cadangan sebesar 52 miliar barel migas. Namun sayang, masih ada lebih dari 50% yang belum optimal dipetakan.
“Badan Geologi pada tahun 2009 telah mengidentifikasi bahwa Indonesia memiliki potensi sebanyak 128 cekungan sedimen, itu besar. Belum pernah kita survey seismik secara nyata. Kita akan lakukan penyelidikan di daerah untuk menambah kuota,” jelasnya.
Selama ini, Pemerintah membutuhkan waktu antara dua sampai tiga tahun untuk penelitian kemudian dilelang. Setelah itu membutuhkan waktu sekitar 15 tahun untuk pengembangan.
Sementara itu, Direktur Utama Pertamina EP, Rony Gunawan, menyampaikan bahwa perusahaan selalu berkomunikasi dengan pihak terkait terutama dengan pemerintah untuk mewujudkan cita-cita pemenuhan energi di Indonesia.
“Kami secara informal selalu berhubungan dengan badan geologi. Paling tidak untuk penggunaan peta geologi, kami selalu memakai hasil penelitian badan geologi. Karena mereka punya data yang cukup bagus. Sehingga tidak perlu mulai dari nol sebab sudah ada data dari geologi,” kata Rony.
Terkait dengan lokasi penelitian, dia menjelaskan bahwa nanti akan dilakukan penelitian oleh Badan Geologi ke seluruh wilayah kerja Pertamina EP di Indonesia mulai dari Aceh hingga Papua.
“Potensi migas di Kawasan Timur Indonesia seperti di Papua cukup banyak. Data eksisting kami nanti ditambah dengan yang baru dari Badan Geologi, sehingga bisa kita sinergikan, tujuannya meningkatkan cadangan migas Indonesia,” papar Rony.









Tinggalkan Balasan