Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melaporkan terjadinya peningkatan reserve replacement ratio (RRR) migas hingga akhir tahun 2018 lalu. Kinerja positif ini diyakini karena didukung oleh kegiatan eksplorasi yang masif sepanjangan tahun itu.
Kinerja yang positif dalam rasio penggantian cadangan migas ini menghentikan tren penurunan RRR dalam beberapa tahun terakhir ini. Kinerja ini juga seolah menjawab kritikan dari berbagai pihak selama ini, yang menyebutkan penurunan RRR sejak tahun 2014 diakibatkan kurangnya kegiatan eksplorasi.
Pencapaian RRR di atas 100 persen tersebut menunjukkan bahwa cadangan migas yang diproduksikan bisa sepenuhnya tergantikan oleh penemuan cadangan baru. Malahan, cadangan migas Indonesia pun bisa terus bertambah jika tren positif ini bertahan.
Sepanjang tahun 20118, SKK Migas telah menyetujui 45 rencana pengembangan lapangan (plan of development/PoD). Hasilnya, ada tambahan cadangan migas yang terbukti sekitar 831,5 juta setara barel minyak (barrel oil eqivalent/BOE). Penambahan cadangan tersebut berdampak signifikan pada pencapaian RRR hingga 105,6 persen dari target 2018.

Data Reserve Replacement Ratio (RRR) dalam lima tahun terakhir. (SKK Migas, Januari 2019)“Penemuan baru sangat dibutuhkan untuk mempertahankan produksi migas saat ini serta menjamin pasokan energi migas Indonesia,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, ketika memaparkan kinerja hulu migas tahun 2018 beberapa waktu lalu.
Menyusul keberhasilan tersebut, SKK Migas kembali mematok target RRR 100 persen untuk tahun 2019 ini.
Lihat juga: SKK Migas: Target Penerimaan Negara Meningkat
Selain meningkatkan kegiatan eksplorasi, menurut Dwi, upaya pencapaian target tersebut juga harus diimbangi dengan usaha untuk menekan penurunan produksi secara alamiah. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah percepatan penyelesaian proyek migas. Ini dilakukan dengan memprioritaskan kegiatan yang menjaga tingkat produksi.
“Rencananya ada 13 proyek yang onstream tahun 2019 dengan total nilai investasi sebesar US$ 702 juta. Proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memberikan tambahan produksi minyak sebesar 8.600 barel per hari dan gas 1,3 miliar kaki kubik per hari,” ucapnya.

Penemuan eksplorasi migas sepanjang tahun 2018. (SKK Migas, Januari 2019)









Tinggalkan Balasan