PLTP Dieng Unit 1, Jawa Tengah, dikelola oleh PT Geo Dipa Energi.

Jakarta, Petrominer — Kementerian Energi dan Sumber Daya ‎Mineral (ESDM) terus mendorong pengembangan panasbumi di Indonesia. Tiga terobosan telah disiapkan untuk mencapai target pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) dengan total kapasitas 7 ribu MegaWatt (MW) pada 2025 mendatang.

Terobosan pertama adalah memberi penugasan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menggarap Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) baru. Mulai dari kegiatan eksplorasi hingga eksploitasi tanpa melalui proses lelang.

Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Rida Mulyana, pengelolaan WKP langsung ditugaskan ke BUMN. Ini dijamin oleh UU Panasbumi. Sementara WKP-nya masih didiskusikan, namun kami sudah memanggil PGE, PLN dan Geodipa.

Terobosan kedua adalah Penugasan Survei Pendahuluan (PSP). Badan usaha diberi kesempatan untuk melakukan survei pendahuluan terlebih dahulu sebelum mengikuti lelang.

“Langkah ini dilakukan untuk menghindari proses pelelangan yang ‎terlalu lama,” ujar Rida dalam acara Geothermal Community Gathering di Jakarta, Selasa (19/4).

Sementara terobosan ketiga adalah memperbaiki mekanisme pelelangan wilayah kerja baru. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat proses lelang dan menentukan pemenang, sehingga proyek panasbumi cepat digarap.

“Ketiga terobosan itulah yang akan dilaksanakan pemerintah dalam rangka mencapai target 7 ribu MW,” ungkap Rida.

Tidak hanya itu. pemenang lelang nantinya tidak lagi dilihat berdasarkan harga listrik. Dalam mekanisme lelang baru nanti, poin yang dinilai adalah program kerja, pendanaan dan komitmen eksplorasi.

“Lelang tidak lagi by pricing atau berdasarkan harga terbaik. Program yang ditawarkanlah yang akan dinilai. Mulai dari program kerja, pendanaan hingga komitmen eksplorasinya,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here