Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) kembali menegaskan komitmennya dalam membangun dan memperkuat budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan kerja. Penguatan budaya K3 bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan bagian integral dari strategi bisnis dan kinerja perusahaan, terutama di industri pengeboran migas yang memiliki risiko tinggi.
Direktur Utama Pertamina Drilling, Avep Disasmita, mengatakan menjaga konsistensi budaya K3 di tengah dinamika operasional dan tantangan industri migas bukan hal yang mudah. Padahal, keberlanjutan bisnis sangat bergantung pada kemampuan perusahaan dalam mengelola risiko secara disiplin dan sistematis.
“Peringatan Bulan K3 Nasional menjadi momentum bagi kami untuk terus membangun dan memperkuat budaya keselamatan dan kesehatan kerja di perusahaan. K3 harus terintegrasi dengan strategi bisnis dan menjadi fondasi dalam setiap pengambilan keputusan,” ujar Avep dalam paparannya saat menjadi narasumber penutupan Bulan K3 di IDSurvey, akhir Pebruari 2026 lalu.
Menurutnya, relevansi budaya K3 sangat erat dengan keberlanjutan bisnis. Tanpa budaya keselamatan yang kuat, mustahil perusahaan dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Selain itu, integrasi K3 dengan strategi bisnis dan kinerja perusahaan menjadi salah satu langkah untuk memastikan aspek keselamatan tidak terpisah dari target operasional maupun finansial.
“Melalui momentum Bulan K3 Nasional, Pertamina Drilling berharap seluruh insan perusahaan semakin memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif, sejalan dengan upaya mendukung ketahanan energi nasional,” tegas Avep.
Peran Pimpinan
Dalam kesempatan itu, dia menegaskan kembali peran pimpinan memiliki posisi strategis dalam membentuk budaya K3 yang kuat dan berkelanjutan. Kepemimpinan yang memberikan keteladanan (safety leadership) dinilai menjadi kunci dalam mendorong perubahan perilaku dan peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya keselamatan kerja.
Avep menjelaskan, perusahaan terus memberikan pemahaman mengenai peran strategis pimpinan dalam membangun budaya K3, sekaligus membagikan praktik terbaik (best practice) penerapan budaya K3 di lingkungan kerja.
“Kepemimpinan yang konsisten dan memberi contoh akan memperkuat implementasi K3 di seluruh lini organisasi. Budaya keselamatan tidak bisa hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam tindakan sehari-hari,” kata dia.
Selain itu, Pertamina Drilling juga mendorong peningkatan kesadaran, kepatuhan, serta partisipasi aktif seluruh pekerja dalam penerapan standar K3. Upaya tersebut dilakukan guna memperkuat komitmen perusahaan terhadap target Zero Fatality dan Zero Lost Time Injury (LTI).









Tinggalkan Balasan