Jakarta, Petrominer – Bosch mempercepat implementasi Industri 4.0 sebagai upaya mendukung peta jalan “Makin Indonesia 4.0”. Penyedia layanan dan teknologi global ini komitmen untuk turut memajukan manufaktur terkoneksi di Indonesia melalui kompetensi intinya, yakni perangkat keras, perangkat lunak, dan layanan. 
Untuk mempertahankan daya saing Indonesia sebagai sentra manufaktur, Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu telah meluncurkan peta jalan “Making Indonesia 4.0” guna mempercepat adopsi Industri 4.0 di tujuh sektor prioritas, yaitu otomotif, makanan dan minuman (mamin/F&B), tekstil dan pakaian jadi, elektronik, kimia, farmasi, serta perangkat medis. Rangkaian solusi dan teknologi Industri 4.0 dari Bosch diyakini mampu mendukung tujuan tersebut.
Managing Director Bosch di Indonesia, Pirmin Riegger, menyampaikan bahwa sebagai perusahaan Artificial Intelligence and IoT (AIoT) terkemuka serta salah satu penggagas konsep Industri 4.0 secara global, Bosch melalui kompetensi intinya berkontribusi penting dalam mengembangkan manufaktur terkoneksi. Dalam mendukung peta jalan “Making Indonesia 4.0”, Bosch menyediakan rangkaian teknologi dan kapabilitas Industri 4.0 yang dirancang khusus untuk pasar Indonesia.
“Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan targetnya menjadi salah satu pusat ekonomi global terbesar pada tahun 2030 mendatang. Berkaitan dengan itu, kami melihat adanya permintaan pasar yang tinggi terhadap kapabilitas dan solusi Industri 4.0 dari Bosch,” ujar Riegger, Senin (12/4).
Sebagai perusahaan AIoT terkemuka, Bosch menguasai beberapa area utama yang dapat berkontribusi mendukung inisiatif Indonesia tersebut. Kemampuan perusahaan ini berpusat pada teknologi global yang dikembangkan melalui keahlian internasional Bosch, serta telah terbukti dan teruji untuk pasar Indonesia.
“Kami menggabungkan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) untuk membuat mesin-mesin pintar bekerja lebih efisien dan andal, mendukung sektor manufaktur di negara ini,” jelasnya.
Pada gelaran Hannover Messe 2021: Digital Edition yang berlangsung 12-16 April 2021, Bosch Indonesia menampilkan solusi perangkat lunak Industri 4.0 terdepan: NEXEED Industrial Application System dan ActiveCockpit. Solusi perangkat lunak ini dapat menghubungkan seluruh komponen pada jalur produksi, dengan menggunakan konektivitas sepenuhnya untuk mendorong transparansi secara menyeluruh dan mengurangi kompleksitas.
Menurut Riegger, NEXEED Industrial Application merupakan solusi Industri 4.0 yang komplet untuk mendigitalkan seluruh rantai nilai produksi. Perangkat lunak ini mencatat, memproses, dan memvisualisasikan data dari proses produksi dan logistik.
Bosch menggunakan ActiveCockpit, solusi Industri 4.0 yang mampu meningkatkan operasi produksi di fasilitas manufakturnya di Cikarang, Bekasi. Melalui pengumpulan data jalur produksi secara real-time, solusi ini membantu memfasilitasi peningkatan operasi dan fleksibilitas produksi yang lebih besar.
“Selain itu, kami juga menawarkan berbagai layanan dan konsultasi di bidang Industri 4.0, termasuk pelaksanaannya. Bosch mendukung industri manufaktur agar berhasil dalam mengimplementasikan digitalisasi dan peningkatan produksi,” paparnya.
Melalui pameran teknologi akbar ini, Bosch juga secara perdana memperkenalkan Mechatronics Training System (mMs) 4.0 untuk pasar Indonesia.
Menurut Riegger, selain adopsi teknologi, pengembangan tenaga kerja memainkan peran penting dalam keberhasilan strategi “Making Indonesia 4.0”. Kementerian Perindustrian menargetkan untuk melatih lebih dari 1,5 juta pekerja dari sektor industri dalam penerapan Industri 4.0 sepanjang lima tahun ke depan.
“Untuk mendukung inisiatif ini, Bosch telah mengembangkan Bosch Mechatronics Training System (mMS 4.0), yaitu sistem pelatihan Industri 4.0 yang lengkap bagi universitas dan lembaga pendidikan. Sistem ini dirancang untuk memberi pengalaman, keahlian, dan keterampilan mendalam yang diperlukan untuk mengoperasikan dan menavigasi teknologi untuk Industri 4.0 kepada para peserta pelatihan,” ungkapnya.









Tinggalkan Balasan