PGN melakukan penyaluran gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) menggunakan teknologi GTM (Gas Transpotation Module) atau Gaslink Truck untuk jargas di wilayah Semarang dan Blora menyusul dihentikannya pasokan gas melalui pipa pasca insiden di CPP Gundig, Blora, Jawa Tengah. (Antara/Aji Setyawan)

Semarang, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) memastikan pasokan gas untuk jaringan gas rumah tangga (jargas) di Semarang dan Blora, Jawa Tengah, tetap terjaga. Kepastian ini disampaikan menyusul adanya insiden di Central Processing Plant (CPP) Gundih, Blora, yang memicu dilakukannya shutdown dan penghentian pasokan gas melalui pipa.

Dalam rangka menjaga keberlangsungan penyaluran gas bumi, PGN telah melakukan penyaluran gas bumi dalam bentuk Compressed Natural Gas (CNG) menggunakan teknologi GTM (Gas Transpotation Module) atau Gaslink Truck. Dengan begitu, pasokan gas untuk jargas di wilayah Semarang dan Blora tetap aman.

“Sampai saat ini, penyaluran CNG berjalan lancar dan aliran gas di pelanggan rumah tangga normal. Nyala api di kompor-kompor pelanggan tetap normal, tidak mengalami penurunan,” ujar Sales Area Head PGN Semarang, Heri Frastiono, Kamis (16/4).

Penyaluran gas dalam bentuk CNG ini, menurut Heri, hanya sementara sampai CPP Gundih beroperasi normal kembali. Saat ini, proses perbaikan pusat pengolahaan gas tersebut belum selesai pasca terjadinya gangguan di CPP Gundih pada Kamis (9/4) lalu.

Jargas di Semarang dan Blora merupakan wilayah terdampak insiden tersebut dan sempat terhenti aliran gasnya. Selanjutnya, berdasarkan estimasi, PGN menyalurkan CNG untuk memasok jargas di Semarang sebesar sebesar 1.100 – 1.300 M3 per hari dan Blora besar 280 – 300 M3 per hari.

Meski pasokan menggunakan teknologi GMT, aliran gas di pelanggan rumah tangga dipastikan normal dan tidak mengalami penurunan. Begitu pula, nyala api di kompor-kompor pelanggan tetap normal.

Menurut Heri, penyaluran dengan metode ini dilakukan sementara sampai CPP Gundih beroperasi normal kembali. Meski begitu, PGN memastikan pasokan gas tetap terjaga dan handal. Apalagi, pada kondisi darurat Covid-19 saat ini, konsumsi gas bumi oleh masyarakat meningkat.

“Peningkatan konsumsi gas di Semarang mencapai dua kali lipat. Pemakaian gas di Semarang pada bulan Pebruari 2020 lalu mencapai 25.000 per M3. Kemudian melonjak menjadi 53.000 M3 pada Maret 2020. Di luar insiden beberapa waktu lalu, kami berupaya untuk memastikan kebutuhan gas bumi masyarakat tetap tercukupi,” tegasnya.

Untuk mencukupi pasokan gas bumi di Semarang, PGN memiliki dua sumber pasokan gas bumi. Untuk wilayah Semarang dipasok gas yang bersumber CNG dari Jawa Timur maupun Jawa Barat yang disalurkan melalui jaringan pipa distribusi gas bumi di Wilayah Tambak Aji – Wijaya Kusuma. Sedangkan Jargas di Semarang Timur mendapatkan pasokan gas dari sumber gas yang ada di Blora.

“Kami memastikan agar dua sumber pasokan gas bumi itu tetap lancar hingga pendistribusian ke masyarakat,” imbuh Heri.

Sampai saat ini, total pelanggan jargas Rumah Tangga PGN di Jawa Tengah sebanyak 2.516 SR, dengan rincian di Semarang 1.875 SR dan Blora 641 SR.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here