Jakarta, Petrominer – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) masih mencetak kinerja positif hingga kuartal III-2020. Padahal, kegiatan usaha dan juga PTBA tentunya masih terimbas pandemi Covid-19 dan menurunnya harga batubara dunia.

Direktur Utama PTBA, Arviyan Arifin, menjelaskan bahwa efisiensi menjadi salah satu strategi PTBA dalam mempertahankan kinerja. Upaya efisiensi ini dilakukan untuk menjaga dan mencatatkan kinerja positif di tengah volatilitas harga dan berkurangnya permintaan pasokan batu bara.

“Beberapa strategi efisiensi yang telah dilakukan PTBA adalah dengan terus melakukan upaya penurunan biaya usaha dan biaya pokok produksi melalui penerapan optimalisasi design tambang,” ungkap Arviyan dalam jumpa pers terkait Kinerja Kuartal III-2020 yang digelar secara daring, Jum’at (6/11).

Menurutnya, kinerja PTBA hingga kuartal III-2020 masih terdampak oleh pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan konsumsi energi akibat diberlakukannya lockdown di beberapa negara tujuan ekspor seperti China dan India. Begitu juga dengan kondisi di dalam negeri yang menjadi pasar mayoritas PTBA. Turunnya konsumsi listrik di wilayah besar Indonesia seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa dan Bali juga berdampak turunnya penyerapan batubara domestik.

“Meski terimbas pandemi Covid-19 dan menurunnya harga batubara dunia, Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 1,7 triliun hingga 30 September 2020. Dari sisi pendapatan, PTBA membukukan sebesar Rp 12,8 triliun,” papar Arviyan.

Aset perusahaan per September 2020 tercatat masih kuat dan berada di angka Rp 24,5 triliun. Dengan komposisi kas dan setara kas termasuk deposito berjangka (lebih dari 3 bulan) sebesar Rp 6,1 triliun atau 25 persen dari total aset.

Menurutnya, harga batubara yang terus merosot selama tiga kuartal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi PTBA. Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga batubara acuan (HBA) ini merosot sekitar 24 persen dari US$ 65,93 per ton pada bulan Januari 2020 menjadi US$ 49,92 per ton pada bulan September 2020.

Kinerja Operasional

Sementara kinerja operasional dari sisi produksi, PTBA mampu memproduksi 19,4 juta ton batubara hingga September 2020 atau 77 persen dari target tahun ini yang telah disesuaikan menjadi 25,1 juta ton. Kinerja angkutan batubara juga menunjukkan performa yang terjaga dengan kapasitas angkutan batu bara tercatat mencapai 17,7 juta ton.

“Masih terjaganya kinerja operasional perusahaan hingga kuartal III-2020 tak lain merupakan hasil dari penerapan operational excellence yang berkelanjutan dan perluasan pasar yang menjadi strategi perusahaan dalam menjalankan bisnis di tahun ini,” ungkap Arviyan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here