, ,

Berkat Burket, Pertamina EP Hemat Miliaran Rupiah

Posted by

Karawarang, Petrominer – PT Pertamina EP menyatakan telah berhasil mengatasi masalah tingginya impurities gas di Asset 3 Tambun Field, Jawa Barat. Sebelumnya, masalah ini sangat berdampak pada kualitas gas sales karena dalam proses produksi ada kandungan hydrogen sulfide (H2S) yang fluktuatif antara 43 ppm sampai 120 ppm.

Menurut General Manager Pertamina EP Asset 3, Wisnu Hindadari, para Pekerja di Tambun Field berhasil mengatasi masalah impurities H2S melalui metode injeksi chemical H2S scavenger. Melalui kontrak dengan pihak kedua, upaya tersebut berhasil menghilangkan H2S baik secara abdorbsi maupun reaksi kimia.

“Dari studi literatur yang dilakukan ditemukan beberapa bahan/material yang dapat bereaksi dengan H2S,” ujar Wisnu, Minggu (27/10).

Menurutnya, pada invensi ini disediakan suatu metode dan alat yang dapat dipergunakan sebagai adsorber H2S dengan memanfaatkan bahan-bahan Besi Oksida (Fe2O3), Kapur (CaCO3), Karbon Aktif, dan Air (H2O) sebagai bahan dasarnya dan akan membentuk camputan Burket (Bubur Lengket). Burket inilah yang kemudian digunakan sedemikian rupa sehingga dapat mengatasi impurities H2S tersebut.

Selain itu, inovasi yang dilakukan adalah redesign vessel idle (over capacity asset) menjadi multi ports spreading scrubber system sebagai media perfect contact antara gas yang mengandung H2S dan slurry (bubur). Desain ini sesuai dengan standar ASME Section VIII, Section IX, dan API 510 dan ASTM D 1072 Standard Test Method for Total Sulfur in Fuel Gasses.

Lebih lanjut Wisnu menjelaskan bahwa inovasi ini berpotensi untuk diaplikasikan di lokasi lain yang memiliki permasalahan H2S sejenis. Tidak hanya itu, inovasi ini berpeluang besar dilakukan paten, baik invensi slurry (burket) maupun desain vessel yang unik sebagai kesatuan sistem. Pasalnya, belum ada ditemukan sistem yang sejenis di dunia migas.

“Sistem ini didesain sehingga sistem operasi produksi di Stasiun Pengumpul (SP) Tambun eksisting tidak terganggu sehingga volume produksi gas yang dialirkan ke konsumen tetap terjaga. Sistem tersebut merupakan ide dari tim di Tambun Field,” paparnya.

Sejak semula, Pertamina EP Asset 3 mencari alternatif solusi masalah kandungan H2S yang tinggi (rata-rata 12,37 ppm) di Tambun Field. Pasalnya, ambang batas yang diperbolehkan dalam perjanjian jual beli gas dengan konsumen sebesar 8 ppm. Awalnya, H2S ditangani dengan sistem injeksi chemical H2S scavanger sebanyak 250 liter per hari (L/day) yang merupakan consumable cost.

“Tim kami pun melakukan studi literatur bahan-bahan yang dapat mengadsorbsi dan bereaksi secara kimia dengan H2S. Selanjutnya dilakukan riset dan uji coba terhadap bahan-bahan tersebut dan akhirnya menemukan campuran yang paling efektif sebagai adsrober,” ujar Wisnu.

Dia juga menjelaskan bahwa vessel adsorber H2S sudah diimplementasikan sejak April 2019. Sistem ini berhasil menurunkan ketergantungan chemical H2S scavenger dari 250 L/day menjadi 100 L/day. Karena itu, Pertamina EP Asset 3 Tambun Field dapat melakukan penghematan chemical adsorber dari 250 L/day menjadi 100 L/day atau senilai Rp 1,42 miliar, serta penghematan biaya vessel.

“Kami menggunakan vessel yang dimodifikasi, bukan menggunakan vessel yang dibeli sebesar Rp 1,275 miliar sehingga secara total penghematan per tahun sekitar Rp 2,69 miliar,” tegas Wisnu.

Asset 3 Tambun Field mempunyai wilayah operasi di Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan produksi minyak bumi sebesar 1.799 BOPD (barrel oil per day) dan gas sebesar 34,88 MMSCFD (million standard cubic feet per day).

Pekerja tengah melihat tekanan gas pada burket di Pertamina EP Asset 3 Tambun Field, Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *