Lapangan minyak Kedung Keris di Desa Sukoharjo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Jakarta, Petrominer – Produksi minyak dari Blok Cepu kini menjadi penopang dalam meningkatkan laju produksi dan lifting (siap jual) minyak bumi nasional. Produksi blok minyak dan gas bumi (migas) di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu saat ini sudah mencapai 220 ribu barel per hari (bph).

“Tingkat produksi ini diperkirakan akan bertahan hingga 2020 nanti. Malahan bisa lebih lama lagi setelah mengalir produksi minyak dari lapangan lainnya yang sedang dikembangkan,” ujar Direktur Jenderal Migas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, dalam paparan capaian kinerja migas tahun 2018, Jum’at lalu (11/1).

Djoko menegaskan, angka produksi tersebut lebih tinggi dibandingkan yang ada di proposal pengembangan (plan of development/PoD) yang disetujui di awal, yakni sebesar 165 ribu bph. Peningkatan produksi Blok Cepu ini juga bukan yang pertama kali. Tahun 2017, produksinya naik menjadi 185 ribu bph dan tahun 2019 ini ditargetkan sebesar 216 ribu bph.

Dengan laju produksi sebesar itu, Blok Cepu sekarang menyalip laju produksi Chevron (Blok Rokan).

“Peningkatan produksi ini terjadi berkat pemasangan fasilitas alat pendingin (cooler) yang dilakukan ExxonMobil selaku operator Blok Cepu,” paparnya.

Menurut Djoko, fasilitas cooler tersebut paling tidak bisa mempertahankan produksi blok Cepu sesuai Rencana Program dan Anggaran (WP&B) sampai tahun 2020. Dengan begitu, apabila nanti di tahun 2021 terjadi penurunan bisa teratasi dari produksi lapangan Kedung Keris yang akan mulai beroperasi di akhir tahun ini.

“Kedung Keris sekarang dalam proses pemasangan pipa, sepanjang 6 km untuk masuk di fasilitas lapangan Banyu Urip,” jelasnya.

ExxonMobil selaku operator pertama kali menemukan lapangan Banyu Urip dengan cadangan mencapai 450 juta barel. Mulai berproduksi pada tahun 2008 dengan kapasitas 20 ribu barel sehari di 2009, dan terus naik sampai sekarang.

Pada awal bulan Desember 2018, cadangan Blok Cepu bertambah setelah ExxonMobil melakukan pembaruan data seismik reprocessing guna meningkatkan gambaran di bawah permukaan tanah. Cadangan Lapangan Banyu Urip mengalami penambahan dari 729 juta barel menjadi 823 juta barel.

Tidak hanya itu, ExxonMobil kembali menemukan cadangan baru di lapangan Kedung Keris dan akan beroperasi penuh pada Kuartal III tahun 2019 dengan proyeksi penambahan produksi sebesar 10 ribu bph.

Kini, Blok Cepu menjadi andalan utama lifting minyak nasional menggeser Blok Rokan yang hanya memproduksi rata-rata 190 ribu bph lantaran masuk dalam kategori mature. Meski demikian, kedua blok migas tersebut tetap merupakan tumpuan produksi dan lifting minyak nasional. Secara umum, lifting minyak tahun 2018 mencapai 778 ribu Barrel Oil Per Day (MBOPD). Sedangkan lifting gas sebesar 1.139 ribu Barrel Oil Equivalent Per Day (MBOEPD).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here